Cerita Dewasa Gairah Mesum di Bioskop Umum Pembaca Cerita Dewasa,Vina dengan iri memandangi para penonton di bisokop itu yg sedang berduaan dengan pacarnya , sedangkan ia duduk di runag tunggu ini sendirian tanpa ada seorangpun yang menemani. Beberapa hari yang lalu vina mendengar klo pacarnya selingkuh dengan kawan baiknya , awalnya vina ga percaya , namun kemarin ia melihat dengan mata kepalanya sendiri dan dengan perasaan sakit hati , ia langsung memutuskan hubungan dengan pacarnya. Hari ini ia merasa suntuk dan bete dirumah , maka ia memutuskan untuk pergi saja ke bioskop sendirian , kebetulan film yg ia tunggu sudah diputar di bisokop. Vian bersiap pergi ke bisokop , ia bercermin untuk terakhir kalinya, cermin di kamarnya memantulkan sosok wajah cantik, dengan tank top biru muda menutup tonjolan di dada yg cukup besar , rok mini denim , memeperlihatkan keahlusan dan kemulusan kaki seorang gadis belia . puas dengan penampilannya ia pun segera pergi ke bioskop. Di dalam ruang teater , susananya cukup penuh , karena ini adalah pemutaran perdana alias premiere. Vina menempati tempat duduknya , dan sementara film belum mulai diputar , pikiran vina melayang , memikirkan tentang mantannya dan masa masa indah dulu. "maaf...permisi mbak ...numpang lewat......." sebuah suara mengaggetkan vina. seorang pria tampan tampak tersenyum pada vina , tatapan pria itu menimbulkan perasaan aneh pada diri vina. "ooh..ya ..maaf..." kata vina tersadar dan memberi jalan untuk pria itu lewat, dan ternyata pria itu duduk tepat disebelahnya. setelah duduk pria itu kembali menatap vina,, tersenyum dan mengucapkan terima kasih, perasaan aneh pada diri vina kembali muncul, entah apa.... vina tak mau terlalu ambil pusing , film sudah dimulai. Film sudah berjalan setengahnya , saat vina merasakan ada yg menyentuh lengannya, ia menoleh dan melihat pria itu sedang mengelus elus lengan vina tapi tatapan matanya tetap pada layar. Vina bisa saja marah dan memaki maki pria kurang ajar itu , namun entah mengapa ia membiarkan pria itu mengelus elus lengannya. merasa tak ada penolakan dari vina , pria itu terus mengelus elus lengan vina, sambbil terus menatap pada layar. Vina sendiri hanya terdiam nafasnya seolah terhenti , ia tak bisa atau tak mau menolak perlakuan pria itu , ia malah memejamkan mata seolah menikmati sentuhan demi sentuhan yg dilakukan oleh pria disebelahnya. Getaran getaran di tubuhnya terasa semakin kuat. Vina segera membuka mata dan tubuhnya bagai kena sengatan listrik saat ia merasakan tangan pria itu melewati lengannya dan menyentuh buah dadanya, awalnya hanya sentuhan sentuhan kecil , namun ketika kembali tak ada reaksi penolakan dari vina , sentuhan pria ini berubah menjadi remasan remasan yg membangkitkan bbirahi vina. Dengan sedikit takut vina meoleh ke penonton di sebelahnya , ternyata org itu serius menonton. Pria asing itu terus menerus meremas buah dada vina, menyebabkab puting vina perlahan mengeras tanda vina sudah sangat terangsang. Pria itu sepertinya tahu hal itu , maka dengan berani tangannya menelusup masuk ke balik tank top vina dan menyentuh langsung buah dada itu. tiba tiba handphone penonton disebelah berbunyi , membuat pria itu dengan segera menarik tangannya dan duduk manis seolah tak ada apa apa. VIna sendiri masih bingung apa yg terjadi , ia sama sekali tak kenal pria ini tapi ...kenapa ia membiarkan pria itu berbuat kurang ajar padanya , membiarkan menyentuh tubuhnya , bahkan saat ini birahi vina semakin naik dan berharap pria ini kembali menyentuhnya. Setelah beberapa menit , Vina merasakan ada yag menelusup masuk ke balik rok pendeknya, mengelus elus paha mulusnya. Vina hanya menarik nafas panjang sambil menatap pria itu, dan seperti sebelumnya sambil menyentuh vina pandangan pria itu masih terarah pada layar. Vina mengerang tertahan saat sentuhan pria itu tiba di bagian sensitifnya , jari jari pra itu bergerak menggeliitk dengan gerakan putaran, tanpa sadar vina semakin melebarkan kakinya. Cerita Dewasa VIna semakin terangsang dengan sentuhan erotis pria itu , vaginanya sudah mulai basah. bahkan dalam diri vina ingin membalas perlakuan pria itu , dan menyetuh penisnya , ia seolah ingin penis pria itu masuk ke mulutnya. Vina memandang pria itu , yg ternyata juga sedang memandangi vina. Mereka berdua saling berpandangan cukup lama , sampai akhirnya pria itu tersenyum dan bangkit sambil menarik tangan vina unutk ikut dengannya , vina sendiri dengan patuh ikut dengannya. Dengan berdebar debar penuh gairah , vina mengikuti pria itu dan masuk ke toilet wanita, saat itu toilet sedang kosong. Setelah mengunci pintu , mereka berciuman dengan ganasnya seolah mereka sepasang kekasih yg telah lama tidak bertemu. Pria itu menarik pinggang Vina dan merangkul erat tubuh molek gadis itu , vina bisa merasakan tonjolan penis pria itu menyentuhnya. Ciuman mereka semakin ganas , lidah merak saling menyapu , pandangan mata mereka memancarkan gairah yg tak tertahankan. Sambil terus berciuman, tangan pria itu beraksi di balik tank top vina , dan meremas remas nya sedikit keras, sampai akhirnya pria itu melepas tank top itu. Pria itu menggemgam bulatan buah dada vina, menurunkan kepalanya dan mulai menjliati buah dada yg indah itu. Ia menjilati puting vina dengan ujung lidah , meniupnya pelan , membuat vina bergidik dan geli, dilanjutkan dengan mengulum dan menyedot buah dada itu , lidahnya bergerak gerak memutar , membuat vina merintih nikmat , meresapi sensasi sensual ini. Vina kemudian menurunkan tubuhnya membuka kancing celana pria itu dan menurunkannya. Pria itu hanya tersenyum menatap vina , saat vina juga menurunkan celana dalam yg mengurung penisnya. Tak membuang waktu , Vina menggengam penis itu ,menjliati dan mengulumnya sehingga makin mengeras. Vina bisa merasakan denyutan penis itu saat beraksi dengan jilatannya. Ujung kepala penis itu vina jilati memutar dengan lidahnya lalu kemudian dikulumnya beberapa saat dan diulang kembali, terus sampai vina semakin kuat menyedotnya. nafas pria itu terdengar semakin berat menahan birahi. Denyutan penis itu dirasakan vina semakin kentara saat tak lama kemudian memuntahkan isinya , langsung masuk ke tenggorokan vina. Semburan spermanya ternyata cukup banyak ,vina tak mampu menelan semuanya , sebagian menetes diantara bibirnya yg manis. tanpa merasa jijik vina menelan cairan asin itu dan menjilati sisa sia yg menempel di penis pria itu. "giliran saya..." kata pria itu samil mendorong vina ke dinding. Pria itu melepaskan rok mini vina dan tentu saja bersama dalamannya. Pria itu menciumi pangkal paha vina , menjilatinya , memainkan lidahnya di bibir vagina dan clitnya membuat vina tersiksa oleh kenikmatan. Jilatan lembut pria itu diselingi dengan sedotan sedotan yg membuat vina makin menggelinjang tak tertahankan, mengetahui vina sudah terangsang tak tertahankan. pria itu berdiri dan tanpa basi basi langsung menusuk vagina itu dengan penisnya. "aaaauhhhhhwhw...." vina mengerang saat penis itu menerobos masuk ,untuk memudahkan pria itu menagngkat kedua kaki vina dan kemudian mulai mendorong dorong keras penisnya masuk semakin dalam. vina tak bisa menahan erangannnya , mulutnya terus merintih dan mengerang menikmati serangan demi serangan. tiba tiba si pria mencabut kembali penisnya , membalikan tubuh vina , sedikit dibungkukkan dan menembusnya kembali dari belakang. vina kemudian menyadari dalam posisi seperti ini , ia tak mungkin mencapai orgasme , maka ia memaksa pria itu mencabut kembli penisnya , medorongnya duduk di toilet, dan vina naik ke atasnya. VIna mencari posisi yg tepat ,, hingga penis pria itu kembali menembusnya . posisi seperti itu ternyata menguntungkan juga bbagi pria itu , ia bbisa meremas buah dada yg menggemaskan itu . setiap vina bergerak buah dadanya turut bergoyang menggoda. Butuh waktu yg agak lama sampai akhirnya mereka mencapai puncak dari kenikmatan permainan mereka. Setelah puas mereka kembali berpakaian dan secara terpisah kembali ke tempat duduk masing masing , dan saat film usai . si pria asing itu tersenyum pada vina dan menjatuhkan sebuah kartu nama pada pangkuan vina. Title Cerita Dewasa Gairah Mesum di Bioskop Umum Description Cerita Dewasa Gairah Mesum di Bioskop Umum Pembaca Cerita Dewasa,Vina dengan iri memandangi para penonton di bisokop itu yg sedang berd... Rating 5
NamaMetropole 21 lalu sempat berubah menjadi Megaria 21, hingga akhirnya bernama Metropole XXI.Dari sejarah nama yang panjang itu, masyarakat Jakarta lebih suka menyebutnya bioskop Megaria.Megaria menjadi bioskop tertua sekaligus satu-satunya bangunan besar bergaya arsitektur Art Deco di Jakarta. Kondisi gedungnya masih apik dan terawat.Cerita Mesum Kenikmatan Ngewek Di Bioskop - Hari ini ia merasa suntuk dan bete dirumah, maka ia memutuskan untuk pergi saja ke bioskop sendirian, kebetulan film yang ia tunggu sudah diputar di biskop. prediksi togel Sarah bersiap pergi ke bisokop, ia bercermin untuk terakhir kalinya, cermin di kamarnya memantulkan sosok wajah cantik, dengan tank top biru muda menutup tonjolan di dada yg cukup besar, rok mini denim, memeperlihatkan keahalusan dan kemulusan kaki seorang gadis belia. puas dengan penampilannya ia pun segera pergi ke bioskop. BACA JUGA CERITA MESUM DOSEN PEMBIMBING KAMPUSKU YANG SANGEAN Di dalam ruang teater, susananya cukup penuh, karena ini adalah pemutaran perdana alias premiere. Sarah menempati tempat duduknya, dan sementara film belum mulai diputar, pikiran Sarah melayang, memikirkan tentang mantannya dan masa masa indah dulu. Sarah dengan iri memandangi para penonton di bisokop itu yg sedang berduaan dengan pacarnya, sedangkan ia duduk di runag tunggu ini sendirian tanpa ada seorangpun yang menemani. Beberapa hari yang lalu Sarah mendengar klo pacarnya selingkuh dengan kawan baiknya, awalnya Sarah ga percaya, namun kemarin ia melihat dengan mata kepalanya sendiri dan dengan perasaan sakit hati, ia langsung memutuskan hubungan dengan pacarnya. togel indonesia “maaf…permisi mbak …numpang lewat…….” sebuah suara mengagetkan Sarah. seorang pria tampan tampak tersenyum pada Sarah, tatapan pria itu menimbulkan perasaan aneh pada diri Sarah. “ooh..ya ..maaf…” kata Sarah tersadar dan memberi jalan untuk pria itu lewat, dan ternyata pria itu duduk tepat disebelahnya. setelah duduk pria itu kembali menatap Sarah,, tersenyum dan mengucapkan terima kasih, perasaan aneh pada diri Sarah kembali muncul, entah apa…. Sarah tak mau terlalu ambil pusing, film sudah dimulai. Film sudah berjalan setengahnya, saat Sarah merasakan ada yg menyentuh lengannya, ia menoleh dan melihat pria itu sedang mengelus elus lengan Sarah tapi tatapan matanya tetap pada layar. Sarah bisa saja marah dan memaki maki pria kurang ajar itu, namun entah mengapa ia membiarkan pria itu mengelus elus lengannya. togel hongkong merasa tak ada penolakan dari Sarah, pria itu terus mengelus elus lengan Sarah, sambbil terus menatap pada layar. Sarah sendiri hanya terdiam nafasnya seolah terhenti, ia tak bisa atau tak mau menolak perlakuan pria itu, ia malah memejamkan mata seolah menikmati sentuhan demi sentuhan yg dilakukan oleh pria disebelahnya. Getaran getaran di tubuhnya terasa semakin kuat. Sarah segera membuka mata dan tubuhnya bagai kena sengatan listrik saat ia merasakan tangan pria itu melewati lengannya dan menyentuh buah dadanya, awalnya hanya sentuhan sentuhan kecil, namun ketika kembali tak ada reaksi penolakan dari Sarah, sentuhan pria ini berubah menjadi remasan remasan yg membangkitkan bbirahi Sarah. Dengan sedikit takut Sarah menoleh ke penonton di sebelahnya, ternyata orang itu serius menonton. Pria asing itu terus menerus meremas buah dada Sarah, menyebabkab puting Sarah perlahan mengeras tanda Sarah sudah sangat terangsang. Pria itu sepertinya tahu hal itu, maka dengan berani tangannya menelusup masuk ke balik tank top Sarah dan menyentuh langsung buah dada itu. tiba tiba handphone penonton disebelah berbunyi, membuat pria itu dengan segera menarik tangannya dan duduk manis seolah tak ada apa apa. togel sydney Sarah sendiri masih bingung apa yg terjadi, ia sama sekali tak kenal pria ini tapi …kenapa ia membiarkan pria itu berbuat kurang ajar padanya, membiarkan menyentuh tubuhnya, bahkan saat ini birahi Sarah semakin naik dan berharap pria ini kembali menyentuhnya. Setelah beberapa menit, Sarah merasakan ada yag menelusup masuk ke balik rok pendeknya, mengelus elus paha mulusnya. Sarah hanya menarik nafas panjang sambil menatap pria itu, dan seperti sebelumnya sambil menyentuh Sarah pandangan pria itu masih terarah pada layar. Sarah mengerang tertahan saat sentuhan pria itu tiba di bagian sensitifnya, jari jari pra itu bergerak menggeliitk dengan gerakan putaran, tanpa sadar Sarah semakin melebarkan kakinya. Cerita Dewasa Sarah semakin terangsang dengan sentuhan erotis pria itu, vaginanya sudah mulai basah. bahkan dalam diri Sarah ingin membalas perlakuan pria itu, dan menyetuh penisnya, ia seolah ingin penis pria itu masuk ke mulutnya. togel sgp Sarah memandang pria itu, yg ternyata juga sedang memandangi Sarah. Mereka berdua saling berpandangan cukup lama, sampai akhirnya pria itu tersenyum dan bangkit sambil menarik tangan Sarah unutk ikut dengannya, Sarah sendiri dengan patuh ikut dengannya. Dengan berdebar debar penuh gairah, Sarah mengikuti pria itu dan masuk ke toilet wanita, saat itu toilet sedang kosong. Setelah mengunci pintu, mereka berciuman dengan ganasnya seolah mereka sepasang kekasih yg telah lama tidak bertemu. Pria itu menarik pinggang Sarah dan merangkul erat tubuh molek gadis itu, Sarah bisa merasakan tonjolan penis pria itu menyentuhnya. Ciuman mereka semakin ganas, lidah merak saling menyapu, pandangan mata mereka memancarkan gairah yg tak tertahankan. Sambil terus berciuman, tangan pria itu beraksi di balik tank top Sarah, dan meremas remas nya sedikit keras, sampai akhirnya pria itu melepas tank top itu. Pria itu menggemgam bulatan buah dada Sarah, menurunkan kepalanya dan mulai menjliati buah dada yg indah itu. Ia menjilati puting Sarah dengan ujung lidah, meniupnya pelan, membuat Sarah bergidik dan geli, dilanjutkan dengan mengulum dan menyedot buah dada itu, lidahnya bergerak gerak memutar, membuat Sarah merintih nikmat, meresapi sensasi sensual ini. prediksi togel hongkong Sarah kemudian menurunkan tubuhnya membuka kancing celana pria itu dan menurunkannya. Pria itu hanya tersenyum menatap Sarah, saat Sarah juga menurunkan celana dalam yg mengurung penisnya. Tak membuang waktu, Sarah menggengam penis itu ,menjliati dan mengulumnya sehingga makin mengeras. Sarah bisa merasakan denyutan penis itu saat beraksi dengan jilatannya. Ujung kepala penis itu Sarah jilati memutar dengan lidahnya lalu kemudian dikulumnya beberapa saat dan diulang kembali, terus sampai Sarah semakin kuat menyedotnya. nafas pria itu terdengar semakin berat menahan birahi. Denyutan penis itu dirasakan Sarah semakin kentara saat tak lama kemudian memuntahkan isinya, langsung masuk ke tenggorokan Sarah. Semburan spermanya ternyata cukup banyak ,Sarah tak mampu menelan semuanya, sebagian menetes diantara bibirnya yg manis. tanpa merasa jijik Sarah menelan cairan asin itu dan menjilati sisa sia yg menempel di penis pria itu. “giliran saya…” kata pria itu sambil mendorong Sarah ke dinding. prediksi togel sgp Pria itu melepaskan rok mini Sarah dan tentu saja bersama dalamannya. Pria itu menciumi pangkal paha Sarah, menjilatinya, memainkan lidahnya di bibir vagina dan clitnya membuat Sarah tersiksa oleh kenikmatan. Jilatan lembut pria itu diselingi dengan sedotan sedotan yg membuat Sarah makin menggelinjang tak tertahankan, mengetahui Sarah sudah terangsang tak tertahankan. pria itu berdiri dan tanpa basi basi langsung menusuk vagina itu dengan penisnya. “aaaauhhhhhwhw….” Sarah mengerang saat penis itu menerobos masuk ,untuk memudahkan pria itu menagngkat kedua kaki Sarah dan kemudian mulai mendorong dorong keras penisnya masuk semakin dalam. Sarah tak bisa menahan erangannnya, mulutnya terus merintih dan mengerang menikmati serangan demi serangan. tiba tiba si pria mencabut kembali penisnya, membalikan tubuh Sarah, sedikit dibungkukkan dan menembusnya kembali dari belakang. Sarah kemudian menyadari dalam posisi seperti ini, ia tak mungkin mencapai orgasme, maka ia memaksa pria itu mencabut kembli penisnya, medorongnya duduk di toilet, dan Sarah naik ke atasnya. Sarah mencari posisi yg tepat ,, hingga penis pria itu kembali menembusnya . posisi seperti itu ternyata menguntungkan juga bbagi pria itu, ia bbisa meremas buah dada yg menggemaskan itu. setiap Sarah bergerak buah dadanya turut bergoyang menggoda. Butuh waktu yg agak lama sampai akhirnya mereka mencapai puncak dari kenikmatan permainan mereka. Setelah puas mereka kembali berpakaian dan secara terpisah kembali ke tempat duduk masing masing, dan saat film usai. si pria asing itu tersenyum pada Sarah dan menjatuhkan sebuah kartu nama pada pangkuan Sarah. prediksi togel sydney TAMAT BACA JUGA CERITA MESUM NONTON BOKEP KETIKA RUMAHKU SEDANG SEPI
CeritaSex ini berjudul " Ketika Nonton Film Bioskop Bersama " Cerita Dewasa, Cerita Hot, Cerita Sex Panas,Cerita Sex Bokep,Kisah Seks, Kisah Mesum, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex Janda,Jilbab,Terbaru 2019. SodokBelakang - Kali ini saya akan menceritakan kisah hubunganku dengan Rina, gadis dari Bukittinggi. Kami ketemu ketika aku nongkrong di salah satu Studio 21 di
Ngentot Mahmud Di Saat Nonton BioskopCerita bokep – Ini cerita tentang bertuemu dgn isteri orang yg aqu gauli waktu menonton di biioskop, Waktu itu harii miinggu aqu putuskan untuk menonton filem di biioskop, aqu duduk di kursii no 18, jadwal filemnya drama waktu itu, disampiingku duduk seorang mahmud mahmud dgn swami dan anaknya yg sepii sekalii waktu itu, anak baliita yg dibawa mahmud disampiingku itu tidak biisa diam, swaminya sibuk oleh anaknya, sementara isterinya asiik dgn filem tersebut, waktu aqu meliiriik disampiing ternyata mahmud itu wajahnya cantiik, dgn buah dada yg cukup sengaja tanganku menyentuh tangannya, kuliitnya benar benar halus dan lembut, kemudian aqu sengaja untuk mengulangii kembali, kusengolkan tanganku ke tangannya dia, kemudian dia heran dan meliiriikku dgn senyum maniisnya, swaminya yg masiih sibuk dgn anak baliitanya, aqu berbiisiik dan basa basii menariik juga ya bu?, sembari kakiiku menyentuh kakii mahmud tadi, ya tapii kakiinya dijaga dong, saya kan terkejut tadi juga, kiiraiin apa sahutnya sembari senyum. Aqu terkejut dan taqut kalaukalau omongannya didengar swaminya. Akan tetapi rupanya sang swami makiin disibukan oleh anaknya yg terus mengajaknya maiin. Aqu jadi lega dan malah semakin beranii tangannya halus dan lembut siih jawabku itupun tersenyum keciil sembari memaliingkan pandangannya menuju layar. Beberapa waktu kemudian aqu nekad kembalii menyentuhkan kakiiku dan menggesekkan pada kakii dan betiisnya. Akan tetapi dia mengenakan celana jeans, sehiingga kuliit betiisnya tak ulangii tiindakanku, akan tetapi mahmud itu mebiiarkanku begitu saja, bahkan dia menaiikkan celananya kerana darii tadi aqu berusaha menggesekkan kakiiku ke betiisnya, akan tetapi terhalang oleh celana biiasa, sensasii yg kudapatkan hanya kerana mengeluseluskan kakiiku ke kakii mahmud setengah baya itu. Mungkiin kerana suasana dan ditambah lagii dia adalah isteri orang yg mana swaminya ada di sampiingnya disibukkan oleh tegang itulah yg menjadi sensasii dan membuatku benarbenar bergaiirah. Kemaluanku pun mengacung dgn sangat tegang, aqupun memberaniikan dirii menggapaii tangan kiirii mahmud itu. Dia meliiriikku sewaktu dan membiiarkan aqu meraiih tangannya. Kuremas tangannya, akan tetapi dia hanya diam aqu nekad mengarahkan tangannya ke kemaluanku yg tegang itu, akan tetapi dia langsung menariiknya. Aqu terkejut taqutnya dia marah dan swaminya tau tentang tiindakan giilaqu pada isteriny tersebut. Akan tetapi rupanya, dia malah membuka jaket lebarnya dan menyiimpanya di atas paha, kemudian dia memasukkan tangannya ke dalan tiimbunan heran, dan sejenak berpiikiir aqu mendapat kesiimpulan bahwa mahmud itu sengaja membuka jaket dan menutupkan di pahanya supaya tangan kamii biisa berpegangan tanpa di ketahuii menangkap siinyal posiitiif darii hal tersebut. Beberapa waktu kemudian tanganke menyuep ke jaketnya, dan kuraiih kembalii tangan kiiriinya. Segera kutuntun ke kemaluanku. Dia masiih mendiamkan tangannya, padahal sudah kuposiisiikan memegang lebiih nekad memasukkan tangannya kedalam celana, sehiingga tangannya bersentuhan langsung dgn kemaluanku, lalu kutariik sedikiit jaaketnya supaya menutupii pahaqu. Kudenyutkan uraturat kemaluanku dan sewaktu dia mulaii menggerakan tangannya, mulaii memiijiit dan perlahan menggerakan maju mundur aqu mendapatkan sensasii yg luar biiasa piikiirku dalam hatii. Kemudian tanganku mulaii bergerak masuk ke celananya. Terasa sangat hangat sekalii bagiian Vnya. Bulunya lumayan lebat, dan kemaluannya sudah jarii tengahku dan memutarmutarkannya di dalam kemaluannya. Sementara itu dia makiin kencang meremas kemaluanku. Niikmat sekalii, kamii melaqukan hal sekiitar 15 meniit sampaii akhiirnya swaminya biilang padda mahmud itu bahwa anknya iingiin buang aiir sii ade mau pup niih! kata sang swami padanya. aduh pah, lagii asiik niih, sama papa ajapliiss!!! rayunya. Akhiirnya sang swami menurutii permiintaan mahmud itu dan melangkahiiku sembari memangku tegang waktu dia melewatiiku, taqut dia curiiga dan meliihat tiindakan tetapi kerana dia terfokus pada anaknya sehiingga tak meliihat apa yg kamii laqukan, apalgii suasana sangat gelap. Sesudah ditiinggal swaminya ke toiilet sii mahmud langsung bersuara. de, giila apaapaan niih sejenak wajahnya, dan langsung kuciium biibiirnya tanpa memiikiirkan orang yg menonton di sekiitar kerana kebetulan sangat sepii dan hany beberpa orang saja, itu posiisii mereka berjauhan mendesah keciil, dan terus mendaapat ciiuman dariiku. Germo emmmmnakal banget siih kamu! biisiiknya lagii sembari meremas kemaluanku kuatkuat. awwwwsakiit bu! jawabku nakal. habiis kamu biikiin aqu jadi pengen piipiis,,hiiiihii sembari tertawa kukeluarkan kemaluanku dan rupanya sudah sangat liiciin dillumurii pelumas beniing. Lalu kupegang rambut itu dan kuarahkan mulutnya ke kemaluanku, kemudian dia mengulum kemaluanku yg liiciin itu. Sungguh niikmat sekalii, sementara tanganku makiin liiar mengorekngorek lobangnya yg panas dan banjiir. Lalu kuhentiikan dia dan memiintanya melorotkan celananya. Dia pun mematuhii dan segera dia sayg keluhnya gak apaapa jawabku sembari memposiisiikan dia supaya biisa kuentot. Aqupun mendapatkan posiisii yg biisa kuentot akan tetapi tak membaua orang laiin curiiga. Kusiilankan satu kakiinya dan kutahan, smentara bokongnya tepat berada di atas mulaii kumasukkan kemaluanku ke kemaluannya. Awalnya sedikit susah, namun sesudah beberapa lama dan mulaii masuk, lancar juga. Ku gerakan perlahanlahan ke depan dan ke belakang. uhhhhde, niikmat de. desahnya keciil. Sementara itu kuremas dada besarnya dan sesekalii kuhentakkan kemaluanku seiiriing dia mengerang niikmat. Kusadarii rupanya di sebelah kanan di bagiian ujung kursii ada seorang perempuan yg meliihat aksii kamii. Akan tetapi kubiiarkan saja dgn cuek kerana aku terlalu mahmud itu terus mendeesah dan semakiin membuatku bergaiirah. Kuubah beberapa kalii posiisii kamii sampaii pada posiisii doggy style. Kamii gak pedulii ada orang di sekiitar kamii yg meliihat, kamii larut dalam keniikmatan akhiirnya terliihat sang swami kembalii darii toiilet bersam anaknya yg lucu. Kamii sedikiit tegang kerana taqut ketahuan, akan tetapi kerana ku hampiir mencapaii puncak, ku nekad mengocokkan kemaluanku dgn sangat cepat ke dalam kemaluan mahmud montok itu masku kembalii!! katanya dgn iirama mendesah. Aqu tak pedulii, aqu hampiir pada puncak, terus kugoclokana smpaii akhiirnya aqu mengeluarkan lahar keniikmatan di dalam kemaluannya dan seketiika itu pula mahmud itu membersiihkan siisa caiiran sperma di sekiitar paha dan kemaluannya dan langsung merapiihkan celananya sebelum akhiirnya sang swami datang. Kamii sempat tegang kerana taqut sii swami merasakan sesuatu, akan tetapi ternyata dia tak merasakan apalagii mencuriigaii bahwa isterinya baru saja niikmatnya mengentot isteri orang di dalam biioskop. Sekiitar setengah jam kemudian, filemnya berakhiir dan kamiipun segera keluar. Aqu cepatcepat keluar. Di dekat tangga aqu sengaja diam menunggu sii mahmud montok itu lewat, sekedar mencarii sensasii laiin. Beberapa waktu kemudian dia keluar bersama swami dan orang laiin yg berdesakkan. Aqu hampiirii dia dan giilanya aqu sempat mencubiit bokongnya darii desakkan itu. Dia meliiriik dan tersenyum tiipiis. Aqu mengiikutiinya, dan rupanya dia ada maksud apa dia menggerakan jariinya sepertii memanggiilku. Aqupun terus mengiikutiinya. Rupanya dia menuju toiilet, dan aqu terus memperhatiikannya. Sang swami menunggu sembari bermaiin bersama anaknya. Beberapa waktu kemudia dia keluar tergesa dan sepertii menghiindarii pandangan swaminya. Dia berlarii dan matanya yakiin dia mencariiku. Sesudah dia cukup jauh darii pandangan swaminya, aqupun menghampiirii dan memanggiilnya. Kamii berjalan menuju lantaii 5, dan mencarii tempat duduk di restoran di mall berkenalan dan mngobrol, giila juga niih orang, padahal swaminya meenunggunya di bawah, dia malah pergii bersamaqu. Rupanya namanya Dina , usiianya 34 tahun, anaknya tiiga dan yg bersamaa swaminya adalah anak ditiinggal swaminya mbak, wah giila hebat n nekad juga mbak ya, saya kagum! pjiiku padanya. haha, iiya ya giila juga saya ya Frank!, biiarii aja lah dia udah gede ini! jawabnya sembari mencubiit dia menelpon swaminya, dan dia berabasabasii dan biilang bahwa dia mencarii swaminya sampaii akhiirnya dia bertemu keponakannya. Ah adaada aja mahmud itu beralasan dan bebohong sama swaminya. Aqu makiin terpesona dan bergaiirah untuk meniikmatii kembalii mahmud iina di tempat yg lebiih mudah banget swamiku aqu kmahmudliin, dia percaya kalo aqu dianter pulang sama ponakan aqu. Katanya. Mendengar hal tersebut aqu senang dan aqu genggam tangannya, dia pun meremas tanganku. Beberapa waktu sesudah makan dan mengobrol, kamii beranjak dan menuju motor Niinjaqu. Kamii berangkat menuju apartemenku. Diapun mau aqu diculiik sama lakiilakii ganteng niih! dia berteriiak di atas motorku sembari tertawatawa. Sepertiinya dia kegiirangan kerana perlaquanku waktu di biioskop tadi. Di sepanjang jalan dia terus menciiumii piipiiku dan sesekalii tangannya masuk ke celanaqu dan meremasremas kemaluanku yg terus tegang darii berapa harii kamu meculiik aqu? biisiikknya padaqu. emmm! jawabku penuh gaiirah. Sesampaiinya di apartemenku, aqu langsung merebahkan tubuhku kerana capek dan pengaruh ketegagan sensasiional bersama isteri bohay lagsung melompat ke arahku dan meniindih tubuhku. pah, mamah pengen diewe lagii biisiiknya dgn nafas yg menggoda. Aqu diam saja dan hanya menjawabnya dgn menggenjotkan kemaluanku yg tertiindih oleh perutnya yg sedikit gemuk. Kamiipun tertwa keciil dan langsung berciiuman. Biibiir kamii saliing berpagutan sementara tanganku meremasremas tiibatiiba terdengar suara bel darii luar. Darah Perawan Kamii bergegas dan aqu segera membuka piintu, sementara IIna, masuk ke kamarku. Rupanya di depan piintu Bu Dela , tetanggaqu yg beberapa kalii kutiidurii. ada apa sayg? tanyaqu, sembari kucolek buah lagii gak ada niih, entot aqu dong, lagii gatel niih! miintanya dgn giila. Giila, dasar nasiib lagii cerah, ada dua cewe yg mau aqu garap piikiirku. Tapii kerana di apartemenku ada Dina yg baru aja jadi mangsaqu, aqu gak mau mengacaukan, aqu terpaksa menolak dgn alasan ada kerjaan di kantor, padahal Bu Dela u dah berdandan tetapi, dia mengertii dan meneriimanya meskiipun dia sempat meremas kemaluanku. Aqu pun menciiumiinya beberapa waktu supaya dia tak kecewa. Diapun pergii dan aqu segera menguncii piintu dan menuju kamar yg di dalamnya ada seorang biidadarii montok hasiil rampasan darii seorang itu Frank, cewe kamu, ko mahmudmahmud? tanyanya sedikiit memanja aah tetangga! jawabku Tahan Lama ko kamu ciiumiin dia, ahh janganjangan aqu jadi saiingan dia ya? tanyanya lagii. Aqu tertawa saja dan langsung meraiih tubuhnya dan menciiumii biibiirnya. Dia terperanjat dan langsung membalas ko body nya montok banget gaodaqu sembari kuremasremas buah dadanya. ah biilang aja mamah ndut! katanya sembari sibuk membuka celanaqu sampaii bagiian bawahku udah telanjang. Lalu dia meraiih kemaluanku dan memaiinkannya dgn asiik. gede banget siih burungnya! godanyaayo dong mah! jawabku sembari menyurunya mengulum kemaluanku, dia pun langsung mengiindahkan periintaqu. Wah luar biiasa niikmatnya, kemaluanku diemut isteri orang selama beberapa meniit. Kemudian bagiianku menjiilatii kemaluannya yg hiitam dan berbulu lebat serta beraroma khas yg mekiin menbuatku sayg gak nahan ah, cepet aja masukiin pelor kamu miintanya sedikiit mengrang. Aqu makiin bernafsu dan ku sengaja memaiinkan liidahku di biibiir biirahii dong yg, entot lagii ah mohonnya. Aqupun mengiiyakan dan langsung membangun posiisii bertempur yg baiik. Dia tengkurap dan kunaiikkii dia, sepertiinya dia sedikit sesak dgn posiisii tersebut, akan tetapi kuacuhkan, sampaii akhiirnya dia berontak dan memiinta supaya saliing mengalah dan kamii berhadapan, lalu kukocokkan kembalii sii ade ku ke lobang surganya perlahan dan cepat, begitulah yg kulaqukan selama hampiir 15 maniit. Dia mulaii mencapaii puncaknya yg pertama dan kuliiaht raut muka keniikmatan dariinya. pah aqu keluar niih tak menjawab dan sewaktu kemudian aqu pun keluar, akan tetapi aqu memang iingiin terliihat beda, meskiipun sudahorgasme, aqu tak menghentiikan malah terus mengocokkan dan akhiirnya aqu tegang kembalii. Diapun makiin mengerang dan bersemangat meneriima seranganku. Hampiir stengah jam di ronde kedua ini kamii bertahan hiingga akhiirnya kamii mencaiirkan keniikmatan kedua kamii. ahhh pah, jangan di keluariin di dalam ah, ! tak mempeduliikan permiintaanya dan sengaja mengeluarkan di dalam rahiimnya. Sungguh niikmatnya kemaluan mahmud 3 anak ini, biiarpun sudah tiiddak sempiit, akan tetapi siikap yg diberiikannya sangat membangkiitkan gaiirah nafsuku. Beberapa waktu kemudian kamii merebahkan tubuh kamii kerana sedikit cape dgn ronde dua yg mamakan waktu sekiitar setengah jam. Akan tetapi tak sampaii 5 meniit aqu segera meraiih kembalii peyudaranya dan segera meremasnya ya sayg! kataqu dgn sedikit terpaksa kerana aqu sebenarnya sudah lelah, akan tetapi ltulah triikku untuk membuat dia senang dgn permaiinanku. Dgn mata yg sayu dan kelelahan dia sedikiit menolak. Akan tetapi aqu acuhkan saja dia dan memeluk dan memagut tubuh bahenolnya yg terkapar tak berdaya. Kubaliikkan tubuhnya dan lagii, kumasukkan kemaluanku ke kemaluannya yg sudah sangat dower, akan tetapi masiih memberiiku kemaluannya berdenyut kencang oleh rangsanganku. Meliihat bokongnya yg iindah, aqu jadi mengarahkan kemaluanku ke lobang anusnya. Dia sedikit terkejut dan hendak melarang, akan tetapi aqu menciiumii punggungnya dan membuat dia anusnya memang sangat sempiit dan rapat, mungkiin kerana baru kalii ini anusnya dipakaii. ahhh jangan ah, sakiit ahke memek aja frank! desahnya sedikit kesakiitan. Aqupun sama sedikit sakiit, akan tetapi aqu bernafsu melobangii anusnyaPerlahanlahana aqu dorongkan kemaluan kelobang sekunder nya. Sememntara itu mahmud itu mengerang sakiit campur niikmat. Aqu memang sedikiit kasiihan, akan tetapi nafsuku tak merelakan rasa kasiihanku seperempat kemaluanku masuk kedalam dan raanya memang berbeda akan tetapi tetap niikmat. Dia semakiin tak berday meneriima perlaquanku dan hampiir setengah sadar. sayg maafiin aqu yah, habiis bokong kamu menantang banget sayg, ahhh baru kalii ini aqu diperlaqukan sepertii ini, aqu gak kuat! stengah sadar dia menjwabnya. Beitulah harii yg menyenangkan bagiiku waktu nonoton biioskop aqu biisa ngentot dgn mahmud mahmud disampiingku. puaasssss rasanya.
- Т ж
- Փዒ ωтест
- Еп жищ
- Иφէքуκ τетвиኾеч тቃጣխወիкኺሱ
- ቃθклረсαմе ада
- Умθзвоታ ках
- Жጪሮеξу жաщэвըփи
- У ቴ
Cerita hot Di usiaku yang ke-27, sebenarnya aku cukup bahagia dengan perkawinanku. Apalagi dengan hadirnya seorang putra yang tampan dari rahim istriku. Kehidupan seksku juga normal, 3-4 kali seminggu. Materi pun cukup, meskipun tidak berlebih. Tapi entahlah, keinginanku untuk merasakan nikmatnya bermain seks dengan wanita lain tidak pernah pudar. Bukan hanya aku saja, hampir semua temanku yang berjenis kelamin lelaki juga melakukannya, mungkin sudah kodratnya kali ya..? Hanya saja aku tidak berani main di lokalisasi wanita jalanan, karena takut tertular sering aku main dengan rekan bisnisku, apa lagi kalau statusnya janda. Wah pasti deh aku kejar terus. Nah, kali ini aku mau bagi pengalamanku berselingkuh yang pertama kali dengan seorang gadis yang bukan perawan, mantan bawahanku. Namanya Santi, tubuhnya proporsional, tinggi sekitar 160 cm. Langsing, dengan kulit putih bersih kontras dengan bulu-bulu hitam yang menghiasinya dan buah dadanya, wah… pasti membuat jakun lelaki naik turun jika memandangnya, 36-C bawahanku langsung, mau tidak mau aku jadi sering berhubungan dengannya. Rok span yang dipakainya menunjukkan pahanya yang putih mulus. Apa lagi tonjolan buah dadanya sering membuat aku tidak berkonsentrasi untuk bekerja. Pikiranku dipenuhi dengan khayalan-khayalan indah. Bagaimana jika Santi telanjang di hadapanku..? Bagaimana jika aku melumat buah dadanya..?Bagaimana menjilati klitorisnya..? Dan seribu andai’ kelihatannya jinak, tapi Santi sulit sekali ditaklukkan. Teman-teman kantorku banyak juga yang cerita bahwa mereka tidak berhasil membawa Santi ke ranjang Hotel. Paling top hanya makan malam saja. Termasuk aku pun baru bisa mengajak Santi makan malam. Itu pun sepertinya dia basa-basi saja, mungkin karena aku atasannya, jadi dia agak senggan menolak. Tapi aku punya cara pendekatan yang sabar. Aku menganggapnya sebagai pacar, perhatian dan kasih sayang aku berikan padanya sebagaimana layaknya orang pacaran. Meskipun dia mengetahui bahwa aku sudah beristri, tapi dengan kegigihan dan kesabaranku, akhirnya dia luluh juga,ternyata dia sedikit trauma karena ditinggal pergi oleh kekasihnya setelah berhasil mengambil kegadisannya. Makanya dia menganggap semua lelaki hanya perlu nafsu dan bergaul denganku, menerima perhatian dan sikapku yang menghargai dia dan tidak pernah kurang ajar, pikirannya jadi agak terbuka. Kian hari aku semakin akrab dengan Santi, bahkan diluar kantor dia memanggilku kakak, karena selisih usia kami juga tidak jauh berbeda dan memang aku berhasil mendapatkan perasaannya. Dia sudah mau kuajak menonton, bahkan dia mengakui bahwa dia membutuhkan diriku dan tidak mau berpisah dalam gedung bioskop yang remang-remang, dia menangis di dadaku. Aku mengusap rambutnya yang lebat, perlahan kukecup keningnya, dan terus matanya. Santi terpejam menikmati kecupanku dan bibir sensualnya terbuka, mengundangku untuk melumatnya. Dengan penuh gairah, kulumat perlahan bibirnya. Lidahku menerobos menelusuri rongga mulutnya yang harum. “Kak..? Kenapa..?” Santi bertanya saat aku melepaskan pagutan bibirku. Kupandangi bola matanya yang indah, “Aku sayang Kamu, Santi.” Santi memelukku tambah erat. Dan sampai film habis, Santi sudah pasrah berada di pelukanku, namun aku masih bersabar meskipun senjataku sudah membengkak dan mengeras. Aku ingin menguasaiseluruh perasannya dari bioskop, di dalam rangkulanku, “Kak, jangan langsung pulang, baru jam sembilan..,” katanya kepadaku. Aku lihat pergelangan tanganku, memang baru jam 9 malam, tapi aku masih ingat anak dan istriku yang pasti menungguku. “Memangnya Santi mau kemana..?” “Pokoknya malam ini, Santi mau menghabiskan waktu bersama Kakak.” Pucuk dicinta ulam tiba, Ini pasti ajakan, segera kukeluarkan HP dari sakuku, dan menghubungi istriku. “Ma, malam ini Papa nggak pulang, ada teman Papa ngajak ke Bandung mau lihat mesin.” kataku dalam HP-ku kepada istriku. “Iya, hati-hati Pa..!” terdengar suara istriku di seberang sana.“Kakak bohong yah sama Istri.” terdengar suara Santi mengejekku. “Habis, bagaimana mau terus terang..?” “Kamu mungkin mau menerima Kakak meski sudah punya anak, tapi istriku mana bisa menerima Kamu..?” “Tapi Kakak lebih Sayang mana..? Istri atau Santi..?”Aku diam sejenak, memikirkan jawaban yang tepat. “Aku sebenarnya lebih Sayang Kamu, tapi realitanya Dia istriku yang harus Aku sayangi juga.” Santi mengangguk, mungkin merasa puas dengan jawabanku.“Sudahlah, jangan dibicarakan lagi, yang penting kita nikmati malam ini bersama, ok..?” Aku segera membelokkan mobilku memasuki sebuah hotel di pinggiran kota Jakarta. Aku lirik Santi untuk melihat ekspresi wajahnya, biasa saja malah sedikit senyum. Di dalam kamar hotel yang sederhana, “Kakak, ingin’ ya..?” “Ingin apa..?” “Nggak tau ah..!” Aku mencubit hidungnya, kami bercanda penuh kemesraan. Tapi aku masih bertahan dengan nafsuku, aku hanya mengajaknya terasa 2 jam sudah kami berada di kamar hotel tanpa ada kejadian apa-apa. Sampai akhirnya, “Kakak, tidak ingin bermesraan dengan Santi..?” katanya sambil memelukku. Kulihat kali ini mimik wajahnya serius. “Aku ingin sekali, Santi, Tapi Aku takut Kamu belum menerima Kakak.” “Lakukanlah Kak, Santi rela, dan benar-benar mengharapkan belaian Kakak.” Aku terharu mendengarnya, dan tanpa buang waktu lagi, kupeluk tubuhnya erat, Dua buah gunung kembarnya terasa mengganjal di dadaku menghantarkan aliran gairah yang bergejolak. Senjataku langsung mengeras dan penuh perasaan, kuciumi seluruh wajahnya yang manis. Santi membalasnya dengan penuh gairah. Bibir kami saling melumat dan menghisap. Tanganku mulai beraksi meremas buah dadanya, mengusapnya lembut. Santi pun balas meremas senjataku. Sambil terus berciuman, satu persatu pakaian kami terlepas dan terhempas ke lantai. Kini kami hanya menyisakan celana dalam saja. Aku segera melepaskan penutup terakhir tubuh Santi, dan Santi pun tidak mau kalah melepas penutup terakhir tubuhku. “Oh.., Gede sekali Kak, Santi takut..!” “Memangnya punya mantan Kamu..?” “Paling separohnya..!” Meskipun diucapkan dengan nafas memburu dan wajah yang sedikit memerah menahan gairah, tapi dalam hatiku sempat berpikir bahwa senjata mantan Santi termasuk kecil. Tapi dalam kondisi begini aku tidak mau banyak berpikir, masa bodoh keadaan tanpa sehelai benang, kami terus saling memberikan rangsangan ke titik-titik gairah yang membakar. Kurebahkan tubuh sintal Santi ke ranjang, kupandangi tubuhnya yang indah. Buah dadanya yang mencuat menantang, dan kulitnya yang ditumbuhi bulu halus, apalagi bulu kemaluannya sangat rimbun berjejer rapih seperti barisan semut sampai ke pusarnya membuatnafsuku semakin memuncak. Segera lidahku mulai menelusuri lehernya yang jenjang, buah dadanya yang sangat montok kucium dengan lembut. Putingnya yang masih kecil dan agak merah kuhisap dan kujilat kadang kugigit pelan.“Kak..! Terus… Kak..!” Santi mulai meracau pertanda birahinya sudah naik. Aku semakin semangat, seluruh lekuk tubuh Santi tidak ada yang lolos dari jilatan perutnya yang ramping, kusibakkan bulu kemaluannya yang lebat, dan lidahku mulai asyik menjilati klitorisnya, kadang menerobos lubang kemaluannya. Santi semakin mengerang nikmat, rambutku diremas kuat saat klitorisnya kuhisap lembut. “Sudah Kak.., Santi tidak tahan..!” Tetapi aku masih belum puas menikmati keindahan tubuh Santi. Lidahku semakin asyik bermain di liang senggama Santi. Kumasukkan satu jariku ke dalam kemaluan Santi, sementara lidahku terus menjilati klitorisnya. Jari-jariku berputar mencari titik g-spot. Tanganku yang lain asyik meremas buah dadanya dan memilin-milin putingnya sampai mencuat keras. Seluruh tubuh Santi meliuk-liuk menahan kenikmatan yang jam aku bermain dalam pemanasan, hingga akhirnya tubuh Santi mengejang kaku dan berteriak panjang melepas orgasmenya yang pertama. Santi diam sejenak, mungkin menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja dialaminya. Tetapi tidak lama, Santi berdiri dan mendorong tubuhku hingga telentang di kasur. “Kakak curang, Santi mau balas..!” Dengan lincahnya Santi menelusuri tubuhku dengan lidahnya yang hangat. Sekarang aku yang mendesah tak karuan, apalagi dengan pandainya Santi menjilati puting dadaku. Dihisapnya pelan dan kadang digigit, sementara tangannya dengan lembut mengocok senjataku yang kian membengkak dan mengeras.“Santi, Aku sudah tak tahan..!” Tetapi sepertinya Santi tidak peduli, kini senjataku sudah berada di dalam mulutnya yang mungil, sementara jari-jarinya tetap mengelus-ngelus dadaku dan menjentik puting dadaku, membuat seluruh aliran darahku bergejolak menahan kenikmatan yang luar biasa. Tanganku dengan gemas meremas pinggul dan pantat Santi yang semlohai, buah dadanya juga terus kuelusdan kupilin putingnya, hingga nafsunya kembali bangkit dan langsung menduduki senjataku yang sudah basah oleh pelumas. Jari-jarinya membimbing senjataku memasuki kemaluannya. Berapa kali sudah senjataku meleset dan mengenai pantat Santi yang bahenol, dalam posisi begini memang agak sulit, apalagi punya Santi masih rapat, jari-jariku saja masih terjepit oleh dinding kemaluannya.“Kakak di atas deh..!” akhirnya Santi menyerah. Kubuka paha Santi lebar-lebar, bulu kemaluannya yang sangat lebat kusibakkan ke samping, dengan perlahan senjataku kugosok-gosokkan di klitorisnya. Santi yang tidak sabar langsung saja memegang senjataku dan mengarahkannya. “Tekan Kak..!” Aku segera memajukan pinggulku sedikit, “Blessshh..!” “Achhh..” Santi menjerit saat kepala senjataku terbenam. “Kenapa Sayang..? Sakit..?” aku kuatir Santi kesakitan. Santi hanya menggeleng dan semakin erat memelukku. Jepitan kemaluan Santi di senjataku sungguh luar biasa nikmatnya, benar-benar sesak membuat senjataku semakin membengkak dan kumulai memompa, setengah senjataku masuk, kutarik kembali, begitu seterusnya. Sementara erangan dari mulut Santi semakin tidak jelas, dengus nafas kami berdua sudah seperti lokomotif tua menahan kenikmatan yang kian menyerang tubuh kami. Gerakanku semakin cepat dan tidak beraturann. “Oh.., Kakkkkk… nik… mat..! Santi mau keluar..!” “Tahan Sayang..! Aku juga mau keluar…” Akhirnya saat senjataku kusentakkan kuat hingga amblas sedalam-dalamnya, sekujur tubuh Santi bergetar hebat, kedua tangannya menahan pantatku agar menusuk semakin dalam, kedua kakinya yang mulus menjepit kuat puncakku.“Aahhh… Kak…” Santi sudah orgasme lagi. Senjataku terasa hangat akibat semburan dari dalam kemaluan Santi, sementara aku sendiri mencoba bertahan sekuat mungkin agar spermaku jangan sampai keluar dulu. Terjanganku semakin lambat, memberikan keleluasaan bagi Santi untuk menikmati sisa-sisa orgasmenya. Aku diamkan sejenak senjataku di dalam kemaluan Santi, menikmati denyutan-denyutan lembut di seluruh batangsenjataku.“Kak.., Santi puas sekali, mungkin ini yang namanya multi orgasme.” Santi mengerang lirih. “Memang dulu Kamu tak sepuas ini..?” “Entahlah, sepertinya lain, Kakak belum keluar ya..?” “He.. eh..,” “Kenapa..? Nggak enak, ya..?” “Enggak, Aku hanya ingin memberikan kepuasan yang maksimal untuk Kamu..!” “Tapi, Kakak kan belum..? Ayo dong..! Keluarin..!” Santi merengek manja. “Kamu masih kuat..?” tanyaku. “Hem..,” Santi mengangguk yang masih on di dalam kemaluan Santi mulai kunaik-turunkan kembali, pelan tapi pasti, Santi mulai terbawa nafsu kembali. Luar biasa, padahal Santi sudah 2 kali orgasme, tapi dia masih ingin lagi, aku semakin semangat. Dan Santi pun dengan lincah menggoyang pinggulnya mengimbangi tusukan-tusukan jam sudah berlalu, peluh sudah membasahi seluruh tubuh kami, berbagai gaya sudah aku lakoni, dan Santi pintar sekali mengimbanginya. Apa lagi waktu doggy style, goyangan pantatnya sungguh nikmat sekali. Aku hampir tidak tahan. Aku segera membalikkan Santi ke posisi konvensional, saling berhadapan, sambil terus menusuk, aku menghisap kedua buah dada Santi yang montok. Putingnya yang sudah mencuat, kuhisap kuat-kuat. Santi mengerang hebat, dan dia membalas dengan mengusap pula puting dadaku. Ternyata disinilah kelemahanku. Rasa nikmat yang kuterima dari dua arah, dada dan senjataku, membuat seluruh sumsumku bergetar hebat.“Sannti.., Aku mau keluar.. Sayang..!” “Bareng, Kak..! Ayoo lebih cepat..!” Dengan menguras seluruh kemampuanku, aku terus mempercepat tusukanku. Senjataku rasanya sudah menggembung menahan sperma yang akan muncrat. Gerakak pantatku sudah tidak beraturan lagi, hingga akhirnya, saat tusukanku semakin keras, dan puting dadaku dipilin keduanya oleh jari Santi, aku melepaskan puncak orgasmeku. “Achhhh..! Aku keluar Sayang..!” Muncratlah spermaku di dalam kemaluan Santi. Rasa hangat di dalam kemaluan Santi. Akhirnya bisa membuat orgasme Santi yang ketiga kalinya. Kuku-kukunya menancap keras di pundakku dan tubuhnya mengejang kaku. “Achhh..!” Santi menjerit keras seiring dengan gerakan pinggulku yang terakhir. Yah.., kami orgasme merebahkan kepalanya di dadaku. “Kak, mulai saat ini Santi tidak mau mengenal lelaki lain selain Kakak.” Aku hanya membelai rambutnya. Jam sudah menunjukan pukul 0200 pagi. Kami tidur berpelukan sampai sejak saat itu hubungan kami bagai suami istri, kadang kalau kerinduan sudah memuncak, kami bermain di ruangan kerjaku. Gosip bertebaran tidak karuan. Kadang Santi stress memikirkannya, tapi rasa sayangnya kepadaku membuat dia bertahan dalam kecuekan. Aku pun jadi tambah sayang padanya, pengertiannya yang dalam akan diriku dan statusku, membuatku terpaku selingkuh hanya dengan Santi sayang, sekarang dia sudah menikah, meskipun dia masih suka mengontakku, tapi waktunya sangat terbatas, meskipun dia mengaku tidak dapat mencapai kepuasan dengan suaminya dan tidak bahagia, tapi dia perlu status dan masa depan, dan aku tidak mau mengganggunya lagi. Setelah Santi, ada beberapa orang yang mengisi hari-hariku. Tetapi semua tidak ada yang sebaik dan sepengertian Santi, meskipun aku dan Santi beda agama, suku, dan lain-lain, tapi kami bisa seiring sejalan.Ok maafkan saya kalau cerita saya kurang oke. Saya bukan orang yang ahli cerita. Tetapi apa yang saya tulis ini adalah murni kejadian yang nyata terjadi padaku. Saya tinggal di kota kecil. Sekarang masih SMA. Dan kebetulan saya kerja sebagai karyawan di bioskop kecil di kotaku. Gajinya tidak seberapa, tetapi enaknya saya bisa nonton film [] Cerita panas Kali ini saya akan menceritakan kisah hubunganku dengan Rina, gadis dari Bukittinggi, Kami ketemu ketika aku nongkrong di salah satu Studio 21 di Jakarta. Setelah lihat poster film yang akan diputar kurasa aku nggak tertarik untuk nonton hari ini. Di sebelahku ada seorang wanita muda yang juga sedang melihat-lihat poster film. Dari raut mukanya kelihatannya dia juga tidak tertarik.“Mau nonton Mbak?” tanyaku “Rencananya sih, tapi filmnya kurang bagus menurutku, dan yang dua lagi saya udah nonton,” berdua duduk di lobby dan mendiskusikan film yang sedang diputar, When a Man Loves a Woman. Boleh juga wawasan dan ulasannya. Karena film sudah diputar dan pintu studio akan ditutup, kami berdua keluar dari studio.“Kemana sekarang Mbak?” tanyaku. “Jalan-jalan aja, lagi males di rumah,” jawabnya. “Boleh dong ikutan. Mbak jangan takut, aku orang baik-baik kok” “Nggak pa-pa, malah senang ditemenin dan ada pengawal. Mas ini anggota ya?” karena perawakanku yang tegap aku sering disangka sebagai tentara atau polisi. Tapi aku selalu jujur kalau ditanya demikian.“Anggota apa? Kalau anggota masyarakat betul, tapi kalau militer bukan kok. Dulu pernah ikut tes tapi nggak lulus”. “Habis badannya tegap begitu”.Akhirnya kami berputar-putar saja di mall yang ada di dekat situ. Habis berputar-putar kami singgah di sebuah kafe dan minum di sana. Sambil ngobrol kuamati wanita di depanku ini. Badannya OK, sintal dan montok, kulitnya kuning setiap percakapan selalu kupanggil dia dengan sebutan “Mbak”.“Eh, aku bukan orang Jawa, panggil saja namaku, Rina, atau kalau mau panggil Uni Rina,” ia memprotes. Akhirnya kupanggil namanya saja. Panggilan Uni rasanya kurang familiar di tidak berani memancingnya untuk melakukan hal-hal yang lebih jauh mengingat cerita kota asalnya yang penduduknya terkenal taat. Namun memang kalau lagi rejeki, ada saja jalannya. Waktu dia buka tasnya, mengambil sesuatu tiba-tiba dompetnya terjatuh ke lantai. Dia membungkuk mengambilnya. T-shirt yang dipakainya sedikit membuka tanpa disadarinya. Aku yang memperhatikannya langsung saja seperti terkena aliran listrik. Buah dadanya yang besar dan putih, terbungkus bra dengan model cup yang hanya menutup puting, menggantung seolah minta dipetik. Dia masih belum sadar kalau aku memperhatikan ke balik t-shirtnya sampai dia tegak kembali. Aku masih termangu-mangu menikmati pemandangan yang baru saja menggoyangkan tangannya di mukaku.“Eh, bangun.. Bangun. Ada kebakaran,” katanya tersentak dari lamunanku. Dia tertawa kecil.“Jangan melamun, nanti keterusan,” katanya lagi. Dipegangnya tanganku. Aku semakin panas dingin. Digesernya tempat duduknya ke sampingku. Tak sengaja sikuku menyentuh dadanya yang kenyal. Mukaku agak merah, sementara dia diam saja. “Sorry Rin, nggak sengaja,” kataku meminta maaf. “Aku tahu kok, kalau sampai sengaja namanya kurang ajar. Tapi kalau mau boleh lagi kok. Lagian daripada ngelamun lebih baik cari pengalaman,” katanya pelan sambil mukanya berpaling ke arah lain. Haah! Aku seakan tak percaya dengan ucapannya. Otakku mulai menganalisa peluang yang bisa kutangkap. “Bener nih nggak mau. Kalau mau ayo kita cari tempat yang aman. Jangankan kau senggol, lebih dari itupun ayuk saja,” ia mengerling ke arahku dan lidahnya memainkan bibirnya. “Tarik Mangg!!” sorakku dalam buang waktu lagi kami naik taksi dan menuju sebuah hotel yang cukup bersih. Kami berdua berbaring di atas ranjang. Rina berada di sebelahku, menatapku lalu mendekatkan mukanya ke mukaku dan menciumku. Aku membalas perlahan. Kuremas dadanya dari luar kausnya. Ia naik ke atas tubuhku.“Ouw.. Mulai nakal tangannya ya!” terus menciumiku sambil melepas t-shirtnya. Kemudian tangannya menarik kaus yang kukenakan dan melepas lewat kepalaku. Ia membelai dadaku dan mengusapkan bibirnya pada bulu ke bawah dan sudah sampai di leherku. Kuciumi telinganya dan kuhembuskan napasku dekat telinganya. Ia menggelinjang geli sekaligus nikmat. Debaran di dada meningkat. Ia terus menciumi dadaku. Kurasakan buah dadanya yang tadi sempat kuintip menekan dadaku. Kenyal dan padat dibungkus bra hitam. Onde mandeh, indah kanannya ke bawah, membuka ikat pinggangku, melepas kancing celana dan menarik ritsluiting dan kemudian menariknya ke bawah. Aku mengangkat pantatku untuk membantu memudahkan tangannya membuka celanaku. Kugerakkan kepalaku ke punggungnya dan dengan gigiku kulepas kait branya. Kuciumi punggungnya yang putih mulus. Tanpa dibuka, dengan pergerakan kami berdua akhirnya tidak lama branya sudah terlepas sendiri dan merosot ke dadanya berukuran besar, mungkin 36, terlihat sangat putih, kencang dan padat dengan bagian ujungnya berwarna kemerahan. Putingnya yang merah kecoklatan tidak sabar menungguku untuk segera mengulumnya. Payudara kiri kuisap dan kujilati, sementara sebelah kanannya kuremas dengan tangan kiriku. Kulakukan demikian berganti-ganti. Tangan kiriku mengusap-usap rambutnya dengan mengerang dan merintih ketika putingnya kugigit.“Upps.. Lagi Anto. Ououououhh.. Nghgghh, Anto ayo teruskan lagi.. Ouuhh.. Anto”Payudaranya kukulum habis. Rina menggoyangkan kepalanya dan mencium leherku sampai ke dekat tengkuk. Akupun sudah tidak tahan. Senjataku sudah siap untuk masuk dalam pertempuran. Terasa keras dan kepalanya nongol melewati ban pinggang celana dalamku. Tangannya menurunkan celana dalamku sampai ke paha dan dilanjutkan dengan jari kaki ia melepas celana terus bergerak ke bawah dan kini Rina mengisap-isap buah zakarku dan menjilati batang meriamku. Kupalingkan mukaku ke samping dan kugigit ujung secara refleks meriamku mengencang hingga condong mendekati permukaan perutku ketika lidah Rina mulai menjilat kepalanya. Kukencangkan otot perutku sehingga meriamku juga ikut bergerak dan berdenyut-denyut.“Hmm.. Tidak terlalu besar, rata-rata saja ukurannya tapi keras dan berdenyut. Pasti luar biasa nikmat,” komentar Rina sambil terus melakukan aktivitasnya. Kuangkat kepalaku dan kulihat Rina sedang asyik menjilat, menghisap dan mengulum meriamku. Kadang-kadang ia melihat ke arahku dan melepaskan kepalanya dari selangkanganku dan tangannya dengan cepat melepas celana dalamnya sendiri. Bibirnya menyambar bibirku. Kubalas dengan ganas dan kusapukan lidahku pada bibir dan masuk dalam rongga mulutnya. Lidah kami kemudian saling memilin dan mengisap. Tanganku mengembara ke selangkangannya dan kemudian jari tengahku masuk menerobos liang kenikmatannya sampai menemukan tonjolan kecil di dinding atasnya. Rina meremas dan mengocok meriamku. Meriamku semakin tegang dan keras. Kami saling memberikan stimulasi.“Ouououhhkk.. Nikmat.. Puaskan aku,” ia memohon dengan suara tangannya mengurut dan menggenggam erat meriamku. Kurasakan pantat dan pinggul Rina bergoyang menggesek meriamku. Dan tanpa kesulitan kemudian kepala meriamku masuk ke dalam gua kenikmatannya. Terasa lembab dan agak kendor. Kurasakan dinding guanya semakin berair membasahi tonggak pusakaku.“Akhh Anto ayo kita sama-sama nikmati.. Oukkhh”.Kujilati lehernya dan bahunya. Ia terus menggoyangkan pantatnya sehingga sedikit demi sedikit makin masuk dan akhirnya semua batang meriamku sudah terbenam dalam bergerak naik turun untuk mendapatkan sensasi kenikmatan. Pantatnya bergerak maju mundur. Gerakannya berubah dari perlahan menjadi cepat dan semakin cepat sampai akhirnya dia berhenti karena kelelahan. Ia mengubah gerakannya menjadi ke kanan ke kiri dan berputar-putar. Pantatnya naik agak tinggi sehingga hanya kepala meriamku berada di bibir guanya dan bibir guanya kemudian berkontraksi mengurut kepala meriamku. Tidak terlalu kuat kontraksi otot vaginanya, hanya sedikit terasa meremas batang ia menggesek-gesekkan bibir guanya pada kepala meriamku sampai beberapa kali dan kemudian dengan cepat ia menurunkan pantatnya hingga seluruh batang meriamku tenggelam seluruhnya. Ketika batang meriamku terbenam seluruhnya badannya bergetar dan kepalanya bergoyang ke kanan dan kekiri. Napasnya putingnya yang sudah keras. Gerakannya semakin liar dan cepat. Tanganku memeluk punggungnya dengan erat sehingga tuuh kami merapat total. Ia juga memeluk diriku rapat-rapat. Kini gerakannya pelan namun sangat terasa. Pantatnya naik ke atas sampai kemaluanku terlepas, dan ia menurunkan lagi dengan cepat dan kusambut dengan gerakan pantatku ke atas. Kembali meriamku menembus guanya. Ia merinding dan menggelepar. Tangannya meremas rambutku dan mencakar punggungku, punggungnya melengkung menahan kenikmatan. Mulutnya merintih dengan kata-kata yang tidak jelas dan mengerang keras.“Anto.. Ouhh Anto, aku mau dapat, aku tidak tahan mau kelu.. Ar,” desahnya. “Sshh.. Shh” “Anto sekarang ouhh.. Sekarang” ia mengeras, merapat di atasku dan kakinya membelit betisku. Pantatnya ditekan ke bawah dengan keras dan vaginanya menjadi sangat basah hingga terasa licin. Tubuh Rina mulai melemas. Keringatnya menitik di sekujur pori-porinya. Kemaluanku yang masih menegang tetap dibiarkan di dalam vaginanya.“Terima kasih jantanku. Kau sungguh hebat sekali. Aku puas dengan permainanmu. Berikan aku istirahat sebentar, lalu..,” ia berbisik di bibirnya dengan bibirku dan kugulingkan ke samping. Penisku yang memang belum menyelesaikan tugasnya tentu saja masih tegang dan penasaran.“Sudahlah sayang, biarkan aku istirahat dulu sebentar saja.. ”Aku tidak menghiraukannya, kini kugenjot vaginanya sampai berdecak-decak menimbulkan suara yang justru sangat merangsang. Ia hanya pasif dan diam saja saja menerima terasa sangat licin dan ditambah lagi kondisi ototnya yang sudah kendor, maka gerakanku tidak memberikan kenikmatan yang maksimal. Kucabut penisku dan kuambil handuk untuk mengelap vaginanya supaya agak kering. Aku naik lagi ke atas tubuhnya. Kembali kuarahkan moncong meriamku ke sasaran. Kudorong pelan, meleset sampai beberapa kali. Kuangkat kedua kakinya dan kurenggangkan pahanya. Dengan tenaga penuh kudorong pantatku. Kini berhasil, dan langsung kugenjot dengan tempo perlahan saja. Lumayan, dalam keadaan dinding vagina kering begini baru bisa terasa kembali bangkit nafsunya setelah beberapa menit beristirahat. Iapun kemudian mengimbangi permainanku dengan gerakan pinggulnya. Diganjalnya pantatnya dengan bantal sehingga kemaluannya agak naik. Kami berciuman dengan penuh gairah. Kaki kami saling menjepit dengan posisi silang, kakiku menjepit kaki kirinya dan kakinya juga menjepit kaki kiriku. Dalam posisi seperti ini dengan gerakan yang minimal dapat memberikan kenikmatan optimal, sehingga sangat menghemat makin terbuai dengan gerakan masing-masing. Kini kedua kakinya menjepit kakiku. Ia memutar-mutar pinggul dan membuat gerakan naik turun. Aku meremas, memilin serta mengisap payudaranya. Kami bisa saling memberikan kenikmatan.“Ouh.. Achch.. Mmmhh.. Ngngngnhhk” Rina mendesah pinggulku naik turun dengan irama tertentu. Kadang cepat kadang sangat lambat. Setiap gerakanku kubuat pinggulku naik agak tinggi sehingga penisku terlepas dari vaginanya, lalu kutekan lagi. Setiap penisku dalam posisi masuk, menggesek bibir vaginanya ia terpekik kecil. Kakinya bergerak dan kedua kakinya kujepit dengan kedua kakiku. Dalam posisi begini aku hanya menarik penisku setengah batang saja saja karena kalau sampai tercabut keluar susah untuk memasukkannya lagi. Namun keuntungannya jepitan vaginanya jadi sangat mengubah posisi lagi, kembali dalam posisi konvensional. Kedua kakinya kuangkat ke atas bahuku, lututnya menempel pada perutnya. Dengan bertumpu pada tangan kubiarkan tubuhku melayang tanpa menempel pada tubuhnya. Sepintas seperti gerakan orang sedang melakukan push-up.“Rina.. Ouhh nikmat sekali, hebat sekali permainanmu.. ”Kuperkirakan sudah setengah jam kami bercinta, tenaga sudah mulai berkurang sehingga kuputuskan untuk segera mencapai puncak. Kupercepat gerakanku dan gerakannya juga semakin liar.“Ke atas sedikit yang.. Oooh,” pintanya. Kuturuti permintaannya. Aku menggeser tubuhku, sehingga penisku menggesek bagian atas vaginanya. Gesekan kulit penisku dengan klitorisnya terasa sangat deritan ranjang, erangan, bunyi selangkangan dan paha beradu seakan-akan berlomba. Tubuh kami sudah basah oleh keringat yang membanjir. Dinginnya udara kamar tak terasa lagi. Kurasakan ada aliran yang menjalar dalam penisku. Inilah saatnya akan kuakhiri permainan ini. Rina terengah-engah menikmati kenikmatan yang dirasakannya.“Rina.. Rin sebentar lagi aku mau keluar.. ”Gerakanku semakin cepat hingga seakan-akan tubuhku melayang. Lututku mulai sakit.“Ayolah Anto aku juga mmau kkel.. Uar. Kita sama-sama sampai”.Ketika kurasakan aliran pada penisku tak tertahankan lagi maka kurapatkan tubuhku ke tubuhnya dan kulepaskan kakinya dari atas bahuku. Kakinya mengangkang lebar. Kuhunjamkan pinggulku dalam-dalam sambil memekik tertahan.“Rina.. Ouh .. Sekarang.. Sekarang”. “Ouh Anto aku.. Juga.. Keluar”.Kakinya membelit kakiku, kepalanya mendongak dan pantatnya diangkat. Kurasakan denyutan dalam vaginanya sangat kuat. Kutembakkan laharku sampai beberapa kali. Giginya dibenamkan dalam di dadaku sampai terasa pedih. Napas kami masih tersengal-sengal, kucabut penisku dan menggelosor di sampingnya. Tangannya memeluk lenganku dan jarinya meremas jariku.“Anto aku masih mau lagi, kita habiskan malam ini bersama-sama. Ayolah, kumohon.. Pleasse!” ia memintaku.“Sorry Rin, jangan malam ini. Bukannya aku tidak mau, tapi besok pagi-pagi aku akan keluar kota selama beberapa hari. Nanti aku akan memuaskanmu setibanya dari luar kota,” aku badanku sangat lelah sehingga jika kuturuti permintaannya aku merasa tidak mampu lagi menandinginya. Rina kelihatan agak kecewa namun dia bisa menerima alasanku. Kami masuk kamar mandi, berpelukan dan berendam air hangat bersama-sama di bath tub sampai rasanya mau tertidur. Kemudian kami saling membersihkan tubuh masing-masing. Setelah berpakaian kukecup bibirnya, dia membalasnya dengan bernafsu, tapi kudorong tubuhnya dengan halus.“Sudahlah Rin, nanti saja kita habiskan waktu kita bersama-sama sepanjang hari,” keluar dari hotel dan berpisah di jalan dengan janji untuk bercumbu lagi setelah kembali dari luar kota. LVMHIV.