Tulisan “SIWALIMA” merupakan motto lambang Provinsi Maluku yang artinya milik bersama atas dasar Siwalima, memupuk persatuan dan kesatuan untuk mencapai kesejateraan bersama. Logo siwalima yang berlatar belakang perisai/salawaku didalamnya terdapat lukisan daun sagu dan daun kelapa, mutiara, cengkeh, dan pala, tombak, gunung, laut dan perahu. Daun Sagu, menggambarkan bahwa makanan pokok di daerah Maluku adalah sagu yang melambangkan kehidupan. Daun Kelapa, menggambarkan hasil bumi berupa kelapa, yang banyak terdapat di Maluku. Mutiara, merupakan hasil laut yang khas dari daerah Maluku. Tombak, menggambarkan sikap ksatria dan gagah berani. Gunung dengan tiga bukit, melambangkan tiga daerah Maluku yaitu Maluku Utara, Maluku Tengah dan Maluku Tenggara. Laut dan perahu, melambangkan infrastruktur utama dari kekayaan lautMaluku. Jumlah pucuk daun kelapa sebanyak 17, melambangkan tanggal 17, sedangkan jumlah butir mutiara sebanyak 8, melambangkan bulan 8 agustus, dan pucuk daun sagu sebanyak 45, melambangkan tahun 45 1945. Kesemuanya itu melambangkan hari yang sangat bersejarah, yaitu Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.Selasa21 Juni 2022, Kepala Kejaksaan Negeri Maluku Tengah menghadiri Kegiatan Pemilihan Putri Pariwisata Kabupaten Maluku Tengah yang dimaksudkan untuk memilih Putri Teladan Generasi Muda Maluku Tengah yang berperan sebagai duta pariwisata dan perwakilan putri pariwisata Maluku Tengah pada pemilihan serupa di tingkat Provinsi Maluku pada tanggal 23 s.d 25 Juni 2022 dan pemilihan putri pariwisata Tingkat Nasional di NTT. Portal Berita Online Indonesia Timur, Jl. Cenderawasih, Kel. Rijali, Kec. Sirimau, Kota Ambon-Maluku - Telp 0821 – 9762 – 0045 All. Diterbitkan oleh Media Intim Abadi, Nomor Rekening BRI 4870-01-025712-53-4 PonpesKhoiru Ummah merupakan salah satu pondok pesantren yang ada di Kabupaten Maluku Tengah. Adapun belajar mengajar di ponpes ini menggunakan kurikulum yang berlaku di tambah dengan ilmu agama. Ada juga kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler sekolah untuk santri seperti karate, basket, futsal, grup belajar dan lainnya.
Namaelo, Masohi City, Central Maluku Regency, Maluku
Rasmita- Adelina, irfan Suliansyah, Auzar Syarif, Warnita - -. KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) EXTRACTS ON WHITE SHRIMP (Litopenaeus vannamei) MATURITY. Ahmad Ridwan, Awaludin Awaludin. ENVIRONMENTAL STRESS ON THE REPRODUCTION OF NON-HUMAN PRIMATES. Mashitah Shikh ShikhMaidin. Lambang Daerah Kabupaten Maluku Tengah " PAMAHANUNUSA " yang berarti ”MEMBANGUN NUSA DAN BANGSA” Pengertian lengkap dari Lambang Daerah " PAMAHANUNUSA " sesuai Peraturan Daerah Nomor 33 / PER / DPRD – GER / 1970 adalah sebagai berikut Lambang Daerah Bentuk Perisai, yang berukuran leher atas 9 cm, garis tinggi 12cm, tinggi tepi kiri kanan sampai pada garis lengkung 8 cm, perisai melambangkan penangkis segalah serangan dari manapun datangnya. Lukisan lambang dengan dasar warna merah darah, berarti sifat keberanian murni yang tidak ternoda oleh sifat – sifat lain. Lukisan pada gambar menggunakan warna – warna Putih artinya suci, melambangkan kesucian didalam menunaikan tugas. Kuning artinya cahaya, melambangkan ketuguhan iman dan kebijaksanaan yang bercahaya yang gilang gemilan untuk suatu tujuan. Merah artinya berani, melambangkan gagah berani dalam menunaikan tugas. Hitam artinya tenang, melambangkan ketenangan dalam menhadapi sesuatu apapun juga . Hijau artinya harapan, melambangkan penuh harapan dalam melaksanakan tugas. Biru artinya tulus dan setia, melambangkan mengabdi kepada cita – cita Negara, Nusa dan Bangsa dengan tulus dan setia. Coklat artinya dasar, melambangkan memiliki dasar yang kuat guna melaksanakan tugas. Kesimpulan tata warna ” Tiap petugas dilambangkan menunaikan tugasnya dalam segi Pemerintahan mempunyai sifat suci, kebijaksanaan dan ketuguhan iman, gagah berani serta tenang, penuh harapan serta setia dan harus mempunyai dasar yang kokoh kuat seperti batang pohon sagu.” Lukisan dalam perisai terdiri dari Pohon Sagu mempunyai 15 pelepah yang hijau, masing – masing terdiri dari 45 daun artinya Pohon Sagu menghasilkan makna utama rakyat maluku, khususnya rakyat Kabupaten Maluku Tengah karena pohon sagu terdapat banyak sekali di pulau Seram / Nusa Ina. Pohon Sagu terkenal kokoh tak bisa di guncangkan / ditumbangkan oleh angin apapun. Juga melambangkan ketuguhan dan kekerasan watak kapitan / pahlawan – pahlawan Maluku seperti Thomas Matulessy Pattimura , Anthony Ribok, Said Perintah, Philip Latumahina dan Srikandi Kristina Martha Tiahahu. 15 Pelepah yang hijau masing – masing terdiri dari 45 helai daun mempunyai patokan yang nyata dalam sejarah perjuangan yang telah menjelma dari sejara Bangsa dan Negara Indonesia pada tahun 1954. Lima pelepah berwarna coklat artinya dasar yang dapat diikuti / dicontohi dari lima Pahlawan Maluku dengan mengingatkan kita pada perjuangan Pattimura pada tanggal 15 Mei 1817. Lima belas pelepah berwarna hijau , lima pelepah yang coklat berarti tulus setia mengabdi cita –cita Negara, Nusa dan Bangsa guna melksanakan tugas perjuangan Pattimura pada tanggal 15 Mei bulan 5. Benteng dengan lima kepala benteng berwarna hitam bertuliskan Kabupaten Maluku Tengahdengan huruf cetak putih membuktikan tempat dimana pahlawan –pahlawan yang telah gugur serta membayangkan kedukaan denga dengan hati yang suci terhadap berakhirnya hidup Pahlawan Pattmura. Lima kepala benteng merenungkan junjungan tinggi terhadap pancasila. Susunan batu pada benteng sebanyak 18 dan 17 berarti 1817 yang mejelma menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia yaitu 17 Agustus 1945. Parang dan Tombak adalah alat-alat kebesaran dan sesaktian para kapitan /pahlan . Kain Berang yang mengikat ujung tombak ialah isyarat peperangan datuk- datuk di Maluku Tengah. Rumput subur yang berwarna hijau membayangkan kesuburan tanah Maluku dengan hasil hutannya. Delapan belas pintalan daun – daun kelapa muda sebagai rantai persatuan dan kesatuan persaudaraan dimana kedua ujungnya bertemu pada bagian atas, artinya 18 kecamatan dalam Daerah Tingkat II Kabupaten Maluku Tengah.lambangdaerah kabupaten maluku tengah " pamahanunusa " yang berarti "membangun nusa dan bangsa" pengertian lengkap dari lambang daerah " pamahanunusa " sesuai peraturan daerah nomor : 33 / per / dprd - ger / 1970 adalah sebagai berikut : lambang daerah bentuk perisai, yang berukuran leher atas 9 cm, garis tinggi 12cm, tinggi tepi kiri kanan