Ikrimah mengatakan ketika ayat berikut diturunkan, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala : Jika kalian tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kalian dengan siksa yang pedih. (QS. At-Taubah [9]: 39) Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala : Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah. (QS. At-Taubah [9]: 120), hingga akhir ayat.
At-Taubah 122; Al-Mu’minun; Al-Hujurat 10-12; Al-Isra 26-27; Al-Insyiqaq; At-Taubah 105; Al-Alaq 1-5; Al-Baqarah 148; At-Tahrim 8; At-Takwir; Pencarian: maryam ayat 59, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka, surah al mulk dan latinnya, lafadz وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ adalah penegasan allah yang berarti, arti al
Surat At-Taubah Ayat 1. بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ. (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjianSurat At-Taubah Ayat 122 ۞ وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Adapun metode yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis), mengemukakan kata kunci dalam tafsir QS. at-Taubah ayat 122. Kemudian sumber data primer dalam penelitian ini diantaranya Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Mishbah, Tafsir Al-Azhar, dan Tafsir Al-Maraghi. QS. At Taubah (9) ayat 122. وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ Lc7We.