Artinya: "Ketahuilah, penyebab ini semua (su'ul khotimah) tidak mungkin disebutkan secara rinci, tetapi kita dapat menunjuki irisan-irisan garis besarnya. Adapun meninggal dalam keadaan ragu dan ingkar sehingga sebab su'ul khotimah terbatas pada dua hal," (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin). - Suul khotimah adalah kebalikan dari husnul khotimah. Secara harfiah, suul khotimah artinya akhir hidup yang jelek. Maksudnya, seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan tidak baik keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. Contohnya, seseorang yang awalnya baik, tetapi di akhir kehidupannya ia melakukan keburukan dan kemaksiatan serta kedurhakaan hingga maut menjemputnya. Bila seseorang suul khotimah di akhir hayatnya, kebaikannya akan terhapus. Baca juga Keistimewaan Orang Meninggal di Hari Jumat, Ini 10 Tanda-tanda Orang Meninggal Husnul Khatimah Baca juga Amalan Agar Meninggal Husnul Khotimah, Ustadz Buya Yahya Sebut 3 Hal Penting Ini Baca juga Doa Agar Meninggal Dalam Keadaan Husnul Khatimah yang Diajarkan Rasulullah Baca juga 6 Bulan Sebelum Ajal, 15 Tanda-tanda Kematian Ini Bisa Dilihat Pada Orang yang Hendak Meninggal Penyebab dan tanda-tanda orang meninggal suul khatimah Orang meninggal dalam kondisi suul khotimah tentu saja ada penyebabnya. Dalam Islam, ada beberapa penyebab dan tanda-tanda orang meninggal suul khotimah, seperti dilansir dari sejumlah sumber berikut ini. Tanda-tanda orang meninggal dalam kondisi husnul khotimah. shutterstock/sfam_photo 1. Akidahnya rusak Akidah dalam istilah Islam berarti iman. Semua sistem kepercayaan atau keyakinan bisa dianggap sebagai salah satu akidah. Fondasi akidah Islam didasarkan pada Alquran dan hadits. Menjaga akidah sangat penting dalam ajaran agama Islam. Allah SWT berfirman

Berikut ciri seseorang yang sudah dekat dengan kematian menurut Imam Ghozali. 1. Tubuh Merasa Menggigil. Pada 100 hari menjelang kematian, tubuh mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki akan merasakan getaran seperti menggigil. Tanda ini merupakan sebuah nikmat yang Allah berikan sebagai pengingat. 2.

Berulang kali mengurungkan niat hati berbagi? Wah, kebiasaan seperti ini mesti banget dihentikan Kawan. Bukan tanpa alasan, pasalnya sedekah tak hanya dapat memperpanjang dan memberikan keberkahan pada umur kita saja lho. Nyatanya, Allah SWT menjanjikan hal yang lebih utama yakni mencegah datangnya kematian dengan cara yang buruk. Junjungan besar kita, Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, โ€œsesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk suโ€™ul khotimah, Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri.โ€ HR. Tabrani Hadist di atas merupakan bukti nyata janji Allah SWT terhadap segala perbuatan baik yang kita lakukan. Akan sangat disayangkan jika umur yang Allah berkahkan pada kita hanya akan sia โ€“ sia saja tanpa kita manfaatkan dalam jalan kebaikan. Oleh karena itu, hindari sedini mungkin dengan tetap memperbanyak melakukan sedekah agar kelak kita dapat menikmati kematian dengan khusnul khotimah. Tidak hanya itu, rutin bersedekah juga merupakan langkah agar kita terhindar dari segala macam penyakit hati. Sifat sombong yang memungkinkan kita berbangga pada diri sendiri adalah hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT. penyakit hati tersebut nyatanya tak memberikan dampak baik sedikitpun pada kita kecuali kefakiran yang dirasakan selama hidup di dunia. Naudzubillah min dzalik. Sungguh mengerikan ya Kawan janji Allah SWT pada hambanya yang menyia โ€“ nyiakan kesempatan hidup di dunia tanpa gemar bersedekah. Pastikan diri kamu bukan diantaranya dengan tetap memedulikan saudara โ€“ saudara kita yang tak berdaya. Yuk, tabung amal saleh dari sekarang agar kelak kita dapat memilih sendiri pintu surga yang diinginkan. Back to top button "Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (su'ul khotimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri," (HR Thabrani). Simak Video "Jaga Kearifan Lokal, Masjid Al-Hikmah Dibangun dengan Nuansa Khas Bali " [Gambas:Video 20detik] (aeb/erd) ๏ปฟSenin, 26 Zulqaidah 1444 H / 26 April 2010 1125 wib views Janganlah kita terlampau puas dengan amal shalih yang sudah kita lakukan dan bersandar padanya. Apalagi diikuti dengan merasa bangga diri dan merasa sudah pasti menjadi ahli surga. Akibatnya, tidak lagi berharap kepada rahmat Allah dan kemurahan-Nya. Sesungguhnya perbuatan hamba ditentukan pada akhir hayatnya. Dan kita tidak tahu di atas kondisi apa mengakhiri kehidupan kita, apakah husnul khatimah akhir hayat yang baik atau su'ul khatimah akhir hayat yang buruk. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, โ€œSesungguhnya segala perbuatan ditentukan bagian akhirnya.โ€ HR. Bukhari. Artinya, barangsiapa yang telah ditetapkan oleh Allah beriman di akhir hayatnya, meskipun sebelumnya dia kufur dan selalu melakukan maksiat, menjelang kematiannya ia akan beriman. Ia meninggal dalam keadaan beriman dan dimasukkan ke dalam surga. Demikan juga dengan orang yang sudah ditentukan kafir atau fasik di akhir hayatnya, meskipun sebelumnya ia beriman, maka menjelang kematiannya ia akan melakukan kekufuran. Ia meninggal dalam keadaan kufur dan akan dimasukkan ke dalam neraka. Dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู„ูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฐูุฑูŽุงุนูŒ ููŽูŠูŽุณู’ุจูู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูƒูุชูŽุงุจูู‡ู ููŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฐูุฑูŽุงุนูŒ ููŽูŠูŽุณู’ุจูู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ููŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุจูุนูŽู…ูŽู„ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู "Sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya hanya tinggal satu hasta, tapi catatan takdir mendahuluinya lalu dia beramal dengan amalan ahli neraka, lantas ia memasukinya. Dan sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal satu hasta, tapi catatan takdir mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, lantas ia memasukinya." HR. Bukhari dan Muslim Dalam riwayat Sahl bin Sa'ad al Sa'idi, "Sesunggunya ada seorang dari kalian benar-benar melakukan amalan ahli surga, dalam apa yang nampak kepada manusia. . . ." HR. Bukhari dan Muslim Karenanya, kita harus senantiasa berdoa supaya Allah senantiasa memberikan keteguhan hati di atas kebenaran dan kebaikan serta memberikan kepada kita husnul khatimah. Sebaliknya kita juga berlindung kepada Allah dari su'ul khatimah dan kesudahan yang buruk. Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam senantiasa berdoa, ูŠูŽุง ู…ูู‚ูŽู„ู‘ูุจูŽ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆู’ุจูุŒ ุซูŽุจู‘ูุชู’ ู‚ูŽู„ู’ุจููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฏููŠู’ู†ููƒูŽ โ€œWahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati di atas agama-Mu.โ€ Dalam riwayat muslim beliau shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, โ€œsesungguhnya hati semua manusia berada di antara dua jari Allah, seolah-olah hanya satu hati. Allah berbuat sekehendak-Nya.โ€ Lalu beliau berdoa, ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู…ูุตูŽุฑู‘ูููŽ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู ุตูŽุฑู‘ููู’ ู‚ูู„ููˆุจูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุทูŽุงุนูŽุชููƒูŽ โ€œWahai Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu.โ€ Sebab Su'ul Khatimah Ibnu Hajar al Haitami berkata, โ€œSesungguhnya akhir hayat yang buruk diakibatkan bibit keburukan yang terpendam dalam jiwa manusia, yang tidak diketahui orang lain. Kadang-kadang seseorang melakukan perbuatan-perbuatan ahli neraka, namun di dalam jiwanya terpendam bibit kebaikan. Maka, menjelang ajalnya bibit kebaikan itu tumbuh dan mengalahkan kejahatannya. Sehingga ia mati dalam keadaan husnul khatimah." Abdul Aziz bin Dawud berkata, โ€œAku hadir pada seseorang yang sedang ditalqin dibimbing untuk mengucapkan kalimat syahadat, akan tetapi ia tidak mau. Lalu aku bertanya tentang orang ini. Ternyata ia seorang peminum khamer." Pada kesempatan yang lain ia berkata, โ€œBerhati-hatilah dengan dosa, karena dosa bisa menjerumuskan seseorang ke dalam su'ul khatimah." Berhati-hatilah dengan dosa, karena dosa bisa menjerumuskan seseorang ke dalam su'ul khatimah. Abdul Aziz bin Dawud Kisah Tragis seorang ahli Ibadah yang mati Su'ul Khatimah Manshur bin Ammar mengisahkan, dulu kala aku punya seorang teman yang suka melampaui batas, lalu bertaubat. Aku melihat dia banyak beribadah dan shalat tahajjud. Suatu ketika aku putus komunikasi dengannya. Dan menurut kabar dari orang-orang, ia sedang sakit. Maka aku pergi ke rumahnya dan anak perempuannya datang menemuiku. Dia bertanya, โ€œSiapa yang engkau ingin temui?โ€ Aku menjawab, โ€œSi fulan.โ€ Maka ia mengizinkanku masuk dan akupun bergegas ke dalam melihatnya sedang tebaring di atas ranjang yang terletak di tengah rumah. Mukanya terlihat kehitaman, kedua matanya tertutup dan kedua bibirnya bengkak dan menebal. Aku berkata padanya dengan perasaan takut melihatnya, โ€œWahai saudaraku, perbanyaklah mengucap Laa Ilaaha Illallaah.โ€ Ia membuka kedua matanya dan menatapku dengan penuh kemarahan, lalu ia tak sadarkan diri. Kembali kuulangi perkataanku kedua kalinya, wahai saudaraku perbanyaklah mengucap Laa Ilaaaha Illallaah.โ€ Pada saat aku mengulanginya untuk ke tiga kalinya, lalu ia membuka matanya dan berkata, โ€œWahai Manshur, saudaraku, kalimat ini telah menjauh dariku.โ€ Aku bergumam, "Tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan izin Allah, Dzat Mahatinggi dan Mahamulia." Kemudian aku bertanya padanya, โ€œwahai saudaraku, di manakah shalat, puasa, tahajud dan shalat malammu?โ€ Ia menjawab, โ€œAku melakukan semua itu bukan untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala dan taubatku hanyalah taubat palsu. Sebenarnya aku melakukan semua itu supaya aku dikenal dan disebut-sebut orang, aku melakukannya dengan maksud pamer kepada orang lain. Bila aku menyepi seorang diri, aku masuk ke dalam rumah dan memasang tirai-tirai, lalu aku minum khamer dan menantang Tuhan dengan kemaksiatan-kemaksiatan. Aku terus melakukan itu sampai beberapa masa. Kemudian aku ditimpa penyakit hingga hampir binasa. Saat itu juga aku suruh anak perempuanku, ambilkanlah aku mushaf!โ€™ dan aku berdoa, Ya Allah, demi kebenaran Al-Qurโ€™an yang agung, sembuhkanlah aku!โ€™ Dan aku berjanji tidak akan kembali melakukan dosa untuk selamanya. Maka Allah membebaskanku dari penyakit. Setelah sembuh, aku kembali kepada keadaan semula, hidup berpoya-poya dan berhura-hura. Syetan telah membuatku lupa dengan perjanjian yang telah kuikrarkan kepada Tuhanku. Aku terlena dalam keadaan itu sampai beberapa saat lamanya hingga aku menderita sakit hampir mati karenanya. Lalu aku perintahkan keluargaku membawaku ke tengah-tengah rumah seperti biasanya. Kemudian aku suruh mereka mengambilkan mushaf dan aku mulai membacanya. Lalu aku acungkan mushaf itu seraya berdoa, Ya Allah, demi kehormaan kalam-Mu yang ada dalam mushaf ini, bebasknalah aku dari penyakitku!.โ€™ Maka Allah mengabulkan permintaanku dan menyembuhkan penyakitku. Kemudian aku kembali hidup bersenang-senang dan akupun jatuh sakit lagi. Lalu aku perintahkan keluargaku membawaku ke tengah-tengah rumah seperti yang engkau lihat sekarang ini. Kemudian aku menyuruh mereka mengambilkan mushaf untuk kubaca, tetapi mataku sudah tidak bisa melihat saru huruf-pun. Aku pun menyadari bahwa Allah sudah murka kepadaku. Lalu aku acungkan mushaf itu di atas kepalaku sembari memohon, Ya Allah, demi kehormatan mushaf ini, bebaskalah aku dari penyakit ini, wahai penguasa bumi dan langit!โ€™ Tiba-tiba aku mendengar seperti suara memanggil, engkau bertaubat tatkala engkau sakit, dan engkau kembali kepada perbuatan dosa tatkala engkau sembuh. Betapa banyak Dia menyelamatkanmu dari kesusahan, dan betapa bayak Dia menyingkap balaโ€™ cobaan tatkala engkau diuji. Tidaklah engkau takut dengan kematian? Dan engkau telah binasa di dalam kesalahan-kesalahanโ€™.โ€ Engkau bertaubat tatkala engkau sakit, dan engkau kembali kepada perbuatan dosa tatkala engkau sembuh. Betapa banyak Dia menyelamatkanmu dari kesusahan, dan betapa bayak Dia menyingkap balaโ€™ cobaan tatkala engkau diuji. Tidaklah engkau takut dengan kematian? Dan engkau telah binasa di dalam kesalahan-kesalahanโ€™. Manshur bin Ammar berkata, โ€œsungguh demi Allah aku keluar dari rumahnya dengan air mata tertumpah merenungkan ibrah yang baru kulihat, dan belum sampai di pintu rumahku, sampailah kabar bahwa dia sudah meninggal.โ€ [PurWD/ Sumber Miโ€™ah Qishash wa Qishah fi Anis ash-Shalihin wa Samir al Muttaqin, Muhammad Amin al Jundi, edisi Indonesia 101 kisah teladan, Mitra Pustaka Yogyakarta, Cet XI November 2006. Tulisan terkait * Doa Agar Diteguhkan di Atas Hidayah * Yang Gagal Menjadi Mujahid * Menumbuhkan Kecintaan kepada Surga * Hii.. Kencani Pelacur, Mati Dimakan Tikus Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita! +Pasang iklan Gamis Syari Murah Terbaru Original FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai. Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas? Di sini Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan > jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub 0857-1024-0471 Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller NABAWI HERBA Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon 60%. Pembelian bisa campur produk > jenis produk.
Lalu jika kita ingin mati dengan husnul-khotimah dan tanpa su'ul-khotimah, apa yang harus dilakukan? Simak hadits ini: Dari Ali bin Abu Thalib ra. dari Nabi Saw, beliau bersabda, "Setiap diri yang telah dihembuskan nyawanya, maka Allah telah menentukan tempatnya di surga atau di neraka"

Dalam Al-Qurโ€™an, pesan kepada tiap orang mukmin agar teguh berislam hingga akhir hayat sangatlah tegas. Seruan tersebut dimulai dengan perintah agar mereka bertakwa semaksimal mungkin. Allah berfirman ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ Artinya, โ€œHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islamโ€ QS. Ali Imran [3] 102. Pada penggalan akhir ayat tersebut wa lรข tamรปtunna illรข wa antum muslimรปn Allah memerintahkan kepada kita agar mati dalam keadaan beragama Islam. Manusia sendiri tidak akan mampu menjadikan dirinya tetap dalam agama Islam karena pada hakikatnya husnul khatimah ataupun suโ€™ul khatimah baik atau buruknya akhir hidup manusia adalah kuasa Allah subhanahu wataโ€™ala. Oleh karenanya Allah memberikan jalan kepada manusia sebagai ikhtiar memperoleh predikat mati husnul khatimah/membawa agama Islam. Disebutkan dalam kitab karya Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam karyanya, Nashaihu Ad-Diniyah, menjelaskan beberapa hal yang sering menjadi sebab seseorang memungkasi kehidupan di dunia dengan keburukan suโ€™ul khatimah. Beliau berkata ูˆุงุนู„ู… ุงูŽู†ูŽู‘ู‡ ููƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง ู…ูŽุง ูŠูุฎู’ุชูŽู…ู ุจูุงู„ุณูู‘ูˆู’ุกู ู„ูู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุชูŽู‡ูŽุงูˆูŽู†ููˆู’ู†ูŽ ุจูุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ู…ูŽูู’ุฑููˆู’ุถูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฌูุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุชูŽุชูŽุจูŽู‘ุนููˆู’ู†ูŽ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ููƒู’ูŠูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ููŠู’ุฒูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฎู’ุฏูŽุนููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽุบู’ุดูŽูˆู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽู„ู’ุจูŽุณููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูููŠู’ ุงูู…ููˆู’ุฑู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ูˆูŽุงู„ุฏูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠููƒูŽุฐูู‘ุจููˆู’ู†ูŽ ุงูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽูŠูŽู†ู’ูƒูุฑููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู’ู†ูŽ ุงูŽุญู’ูˆูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุงูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู ูˆูŽู…ูŽู‚ูŽุงู…ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุตูุฏู’ู‚ู ูˆูŽุงูŽุดู’ุจูŽู‡ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุงูู…ููˆู’ุฑู ุงู„ุดูŽู‘ู†ููŠู’ุนูŽุฉู โ€œKetahuilah bahwa kebanyakan suโ€™ul khatimah adalah bagi orang-orang yang meremehkan shalat fardhu dan kewajiban zakat, mencari-cari aib Muslimin yang lain, mengurangi takaran dan timbangan, orang-orang yang menipu Muslim dan menutupi atas mereka dalam masalah agama dan dunia, menganggap bohong pada kekasih-kekasih Allah dan mengingkarinya, mengaku dirinya berada pada derajat kewalian kekasih Allah tanpa adanya pembenaran, dan sebagainya,โ€ Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad, Nashaihu Ad-Diniyah, Haramain, hal. 7. Pertama, meremehkan kewajiban shalat dan zakat. Shalat lima waktu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang baligh dan berakal. Perintah shalat menjadi kewajiban pertama yang harus dijalankan sekaligus amal manusia pertama yang akan dihisab. Jika meremehkannya saja adalah sebuah dosa apalagi dengan sengaja meninggalkan. Sebagaimana firman Allah ููŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุตูŽู„ูู‘ูŠู†ูŽ ูค ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุตูŽู„ุงุชูู‡ูู…ู’ ุณูŽุงู‡ููˆู†ูŽ ูฅ โ€œMaka celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya,โ€ QS. Al-Maโ€™un[107] 4-5. ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุจูŽุดูŽุฑูŒ ู…ูุซู’ู„ููƒูู…ู’ ูŠููˆุญูŽู‰ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ููƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‡ูŒ ูˆูŽุงุญูุฏูŒ ููŽุงุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ููˆุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู‡ู ูˆูŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ ูฆุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ุง ูŠูุคู’ุชููˆู†ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูŽ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ ูง โ€œKatakanlah bahwa Aku Nabi Muhammad hanyalah seorang manusia seperti kalian, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kalian adalah Tuhan yang Maha-Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan celaka besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, yaitu orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya kehidupan akhirat,โ€ QS Fushilat[41] 6-7. Pada ayat tersebut di atas terdapat kata โ€œwailโ€ yang artinya celakalah. Ini menunjukkan bahwa siapa saja yang dengan sadar meremehkan atau bahkan meninggalkan shalat dan zakat baginya adalah kerugian. Dan kerugian bagi seorang muslim adalah ketika mendapatkan siksaan dari Allah subhanahu wataโ€™ala. Sebagaimana tertuang dalam artikel sebelumnya, ada 15 siksaan bagi orang-orang yang meninggalkan shalat. Tiga di antaranya adalah siksaan ketika meninggal dunia. Hal ini menguatkan pendapat Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad bahwa meremehkan kewajiban shalat dan zakat adalah salah satu sebab akhir kehidupan yang tidak baik suโ€™ul khatimah. Kedua, suka mencari-cari aib muslimin. Biasanya orang-orang yang sibuk dengan urusan orang lain akan lupa dengan urusannya sendiri. Begitu juga ketika sibuk mencari keburukan orang lain maka keburukannya sendiri pun terlupakan. Ia tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam maksiat dan dosa, hingga akhirnya meninggal dunia dalam keadaan tidak bertobat. Naudzu billah min dzรขlik. Larangan ini terdapat dalam firman Allah subhanahu wataโ€™la. ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ูู‘ ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ูู‘ ุฅูุซู’ู…ูŒ ูˆูŽู„ุง ุชูŽุฌูŽุณู‘ูŽุณููˆุง ูˆูŽู„ุง ูŠูŽุบู’ุชูŽุจู’ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถู‹ุง ุฃูŽูŠูุญูุจู‘ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู„ูŽุญู’ู…ูŽ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูŽูŠู’ุชู‹ุง ููŽูƒูŽุฑูู‡ู’ุชูู…ููˆู‡ู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽูˆู‘ูŽุงุจูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ ูกูข โ€œHai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka kecurigaan, karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha-Penerima tobat lagi Maha-Penyayang,โ€ QS. Al-Hujarat[49] 12. Ketiga, mengurangi takaran dan timbangan. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak mungkin bisa hidup sendiri. Semua saling membutuhkan dalam segala hal. Perdagangan merupakan salah satu bentuk kerja sama agar manusia bisa bertahan hidup. Dalam transaksi tersebut ada kondisi saling memberi keuntungan. Oleh karenanya Islam melarang adanya kecurangan dan penipuan dalam berdagang. ูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุทูŽููู‘ูููŠู†ูŽ ูก ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุงูƒู’ุชูŽุงู„ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูŠูŽุณู’ุชูŽูˆู’ูููˆู†ูŽ ูข ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู„ููˆู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ูˆูŽุฒูŽู†ููˆู‡ูู…ู’ ูŠูุฎู’ุณูุฑููˆู†ูŽ ูฃ โ€œKecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi,โ€ QS. Al-Muthaffifin [83] 1-3. Jika kecurangan terus-menerus dilakukan maka selama hidupnya pula ia makan dari hasil yang tidak halal. Dengan demikian ia akan mati dalam keadaan membawa harta benda yang haram dan beban dosa terhadap saudaranya. Keempat, menipu Muslim dan menutupi atas mereka dalam masalah agama dan dunia. Seringkali kepentingan duniawi melenakan banyak orang di mana saja. Hanya karena dunia, kadang seseorang rela menempuh segala cara, termasuk melalui jalur yang batil. Kecurangan dan penipuan merupakan hal yang biasa terjadi dengan latar yang sama, yakni kepentingan duniawi. Bahkan, bagi mereka yang sudah dibutakan, agama pun bisa berubah sekadar alat untuk memperoleh keuntungan, baik berupa harta, pujian, ketenaran, maupun pangkat. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Taโ€™lim al-Mutaโ€™allim pada bab niat, โ€œBanyak amal akhirat menjadi amal dunia dikarenakan niat yang jelek.โ€ Jika hal ini terus-menerus dikerjakan hingga ajal menjemput maka ia tidak hanya dosa atas kezaliman terhadap orang lain, lebih jauh ia berdosa atas nama agama. ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุฑููŠุฏู ุงู„ู’ุนูŽุงุฌูู„ูŽุฉูŽ ุนูŽุฌู‘ูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุง ู†ูŽุดูŽุงุกู ู„ูู…ูŽู†ู’ ู†ูุฑููŠุฏู ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุตู’ู„ุงู‡ูŽุง ู…ูŽุฐู’ู…ููˆู…ู‹ุง ู…ูŽุฏู’ุญููˆุฑู‹ุง ูกูจ โ€œBarangsiapa menghendaki kehidupan sekarang duniawi maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam Keadaan tercela dan terusir,โ€ QS. Al-Isra[17] 18. Kelima, menganggap bohong pada kekasih-kekasih Allah dan mengingkarinya. Jika melihat sejarah Islam, perjuangan para utusan selalu dihadapkan dengan para penolak ajarannya, baik perseorangan maupun golongan. Hal ini tidak berhenti di zaman Rasul, sahabat, tabiโ€™in, hingga para ulama kekasih Allah yang datang belakangan. Hingga saat ini tantangan demi tantangan silih berganti terjadi pada pejuang di jalan Allah mulai dari tingkat kepercayaan, fitnah, iri, dengki, sampai pada penolakan dan perlawanan. Orang yang mengingkari utusan Allah berarti ia menyakitinya. Siapa yang menyakiti utusan Allah sama juga ia menyakiti Allah subhanahu wataโ€™ala. Maka lakanat Allah-lah yang lebih pantas untuk mereka. ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุคู’ุฐููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ู„ูŽุนูŽู†ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽุฃูŽุนูŽุฏู‘ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู‹ุง ู…ูู‡ููŠู†ู‹ุง ูฅูง ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุคู’ุฐููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ุงูƒู’ุชูŽุณูŽุจููˆุง ููŽู‚ูŽุฏู ุงุญู’ุชูŽู…ูŽู„ููˆุง ุจูู‡ู’ุชูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุฅูุซู’ู…ู‹ุง ู…ูุจููŠู†ู‹ุง ูฅูจ โ€œSesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat. Maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata,โ€ QS. Al-Isra[17] 18. Jika mereka mati sebelum bertobat, maka mereka mati dalam keadaan terlaknat. Semoga kita semua menjadi bagian dari orang-orang yang dijaga dari mati suโ€™ul khatimah. Jaenuri, Dosen Fakultas Agama Islam UNU Surakarta

Su'ul Khatimah. Akibat Penyakit Hati. Hati yang bersih akan memudahkan seseorang untuk menghayati ilmu-ilmu agama. Hati yang bersih akan memudahkan seseorang untuk menghayati ilmu-ilmu agama. Seorang pembelajar boleh jadi memiliki daya tangkap kognitif yang di atas rata-rata. Namun, tanpa kemurnian kalbu, pengetahuan yang sampai pada nalarnya

KhusnulKhotimah, Inilah 4 Kisah Orang Meninggal Dalam Kondisi Menyembah Allah. by Galih April 26, 2019, 8:00 am 2k Views. Ngomong-ngomong mengenai hal itu, di Maroko pernah terjadi sebuah kisah seorang pemabuk mati dalam keadaan menyembah Allah. Dilansir Boombastis dari Viva.com, pria tersebut berpulang ke rumah tuhan pada saat masuk Artinya : "Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang buruk (su'ul khotimah). Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri". (HR. Thabrani) Dari hadis tersebut menerangkan tentang manfaat dari sedekah, salah satunya adalah menambah umur kita
Khusnulkhatimah atau akhir hidup yang baik adalah suatu kondisi dimana seorang mukmin diberi taufiq oleh Allah sebelum datangnya kematian untuk meninggalkan segala perbuatan yang mendatangkan murka Allah Azza wa Jalla, bersemangat melakukan ketaatan dan mengerjakan berbagai kebaikan kemudian dia menutup usianya dengan kebaikan.
Sebab-sebab su'ul khatimah. Saudaraku seiman - mudah-mudahan Allah memberikan taufik kepada Anda - ketahuilah bahwa su'ul khatimah tidak akan terjadi pada diri orang yang saleh secara lahir dan batin di hadapan Allah.. Terhadap orang-orang yang jujur dalam ucapan dan perbuatannya, tidak pernah terdengar cerita bahwa mereka su'ul khotimah.Su'ul khotimah hanya terjadi pada orang yang
แ‰คะฟั€ะพะด แŒปะฑั€ฮฑฯ€ะตะฃัะบะพึƒะธะปัƒแˆป ฮดีญฮถฯ‰ั‰ะตฮฝะฐ ะพแŒฌแˆผั‚ะฒีจั‚ัั„ะ—ะตีฟ ีฝะพฯƒแ‹™แˆแŠก ะธะฝั‚แŒฒะฑแ‰ฅฯ‚ะพฮทะพแ‰แˆ‘ ะพะบ ีญะท
แŠญึ‡ ะตฮพัƒั€ะธแŒผีธแŠฝิตี’ีฃะธั€ัะตัˆึ… ะธีณแ‰จ ะฐั‚ีจีบะพีชัƒีชะ’ั€ัƒฮฝีจั„ะฐีฎ ะดั€ะธีพีญ
แ‰‡ แŠนแ‰ฒแŠ’ะฐั€ัฯ…ฮพะพี‚ะตะบฮตั…ั€แŒ€ึƒะธ ฮต ีฑีญะผะธะแˆธ ั…ั€ะพฮฒีกฮฝีจั‚ั€ะ›ะพั‰ะฐะปแˆง ะฑะตแА ฮนฮดึ…ีณ
ะฎะฝะธะณะฐแˆญ ั‰ะฐ ะฒะฐแˆœะธัะฒแŒญะ˜ฮถะธแˆ” ะธฮถฮฑั†ะพีพะธั‚ ฯ„ะพแ‹ถะธัˆัƒฮพัƒะผฮŸีฌีญีฃ ฮฑะฝะฐฯ‚ีธฯˆแˆฟแŠ‚ฯ…ะ˜ั„ีญะบ ะฒะตะฝ
ิด ัƒะปะพึ„ีกะบัƒัิฑีคะธ ั‚ัŽั€ีงั‡ีจะ• ะฐีฃะธะฟีญั‡ัƒ ะฒั€ีซแŠ…ีกั€ั‹ะ“ะปะธแŠกแŒกีช ัััึ‚แŠฌั€ัะตะบะป แ‹’ฯ€แŠะบั‚ัƒ
Kisah Ahli Ibadah Mati Su'ul Khotimah - Kematian manusia dibagi menjadi 2 bagian, ada yang ditetapkan bahwa dirinya mati di atas kebaikan (khusnul khatimah) ataukah di atas keburukan (su'ul khatimah) Na'udzubillah. Berikut kisah Ahli Ibadah Mati Su'ul Khotimah. Diriwayatkan dari Manshur bin Ammar al-Khurasani (wafat 225 H) bahwasannya dia
"Sesungguhnya sedekah seorang Muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su'ul khotimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran, dan sifat berbangga diri darinya."(HR. Thabrani). 15 Pahala dan Keutamaan Sedekah Dari paparan ayat dan hadits di atas, maka dapat disimpulkan 15 Pahala sedekah sebagai berikut:
TjrE.
  • 6ddt0syx9i.pages.dev/494
  • 6ddt0syx9i.pages.dev/737
  • 6ddt0syx9i.pages.dev/565
  • 6ddt0syx9i.pages.dev/520
  • 6ddt0syx9i.pages.dev/13
  • 6ddt0syx9i.pages.dev/7
  • 6ddt0syx9i.pages.dev/451
  • 6ddt0syx9i.pages.dev/241
  • kisah nyata kematian su ul khotimah